Showing posts with label Kegiatan PPIA. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan PPIA. Show all posts

Thursday, March 21, 2013

Cultural Outreach: Permainan Tradisional Indonesia

Tanggal 21 Maret 2013, PPIA JCU mengajar permainan tradisional Indonesia berupa "Boy" permainan anak asal Makasar, dan "Benteng". Diwakili oleh Cardial Leo Penu dan Deasy Ayuningtyas Tandio, PPIA JCU mengajar 5 kelas di Aitkenvale State School. Para murid dengan antusias mencoba permainan khas Indonesia ini.
© PPIA-JCU

Wednesday, October 10, 2012

Cultural Outreach Program: The Costumes and a Dance

Introducing Indonesian Traditional Costumes and Dance in Townsville Grammar Junior School

Tanggal 10 Oktober 2012, PPIA JCU manggung lagi di sekolah! Atas kerja keras Zainab menyusun rencana dan acara, juga berkat Welem dengan bakatnya sebagai pelatih tari, tim PPIA JCU yang berjumlah 9 orang sukses mengajak murid Townsville Grammar Junior School (TGJS) menari Dolo-dolo. Tarian ini adalah tarian perayaan panen dari Flores, NTT. Menanggapi undangan Tessa McNamara dari TGJS dan dengan dukungan Geri Crouch dari Townsville Multicultural Support Group (TMSG), PPIA JCU mengisi acara sebanyak 2 sesi (masing-masing sesi berdurasi 45 menit) untuk mengajar budaya Indonesia. Materi yang diperkenalkan adalah baju adat dan tarian tradisional. Supaya menarik, anggota PPIA JCU yang hadir mengenakan beragam pakaian adat yang sudah menjadi barang inventaris hasil sumbangan turun-temurun dan baju sumbangan. Jadi, murid-murid bisa melihat secara live seperti apakah baju adat berbagai daerah di Indonesia. Aksesoris yang paling menarik perhatian murid-murid adalah hiasan kepala asal Sumatera Selatan yang dikenakan oleh Anita dan blangkon asal Jawa yang dikenakan oleh Indra Bayu. Murid-murid bergilir ingin mencoba memakainya.

Setelah memperkenalkan baju adat, murid-murid diberi kuis seputar baju adat dan daerah asalnya. Beberapa murid yang bisa menjawab dihadiahi kesempatan memakai baju adat yang sudah dipersiapkan sebelumnya, yaitu: baju adat Padang (laki-laki), kostum tari Bali (perempuan), dan kostum tari Gambyong asal Jawa (perempuan). Selama 30 menit terakhir setiap sesinya, murid-murid diperagakan cara menari Dolo-dolo, lalu diajak menari bersama membentuk lingkaran.

Sunday, July 22, 2012

A Farewell and Welcome Party in Alligator Creek

Akhirnya tiba juga waktunya penyerahan piagam penghargaan untuk pengurus PPIA JCU 2011-2012. Acara ini merupakan bentuk terima kasih dari anggota PPIA JCU atas kerja keras pengurus PPIA JCU yang telah menjalankan tugasnya selama setahun. Karena beberapa pengurus ada yang bertempat tinggal di Cairns, secara simbolik piagam penghargaan diserahkan kepada para pengurus PPIA JCU yang bertempat tinggal di Townsville. Sekaligus untuk melepas Tuti Siregar, Jimmy Wanma, Ernest Suryadjaja, Arvie Purnomo yang sudah selesai masa belajarnya, kesempatan ini juga diselenggarakan sebagai penyambutan telah datangnya mahasiswa baru: Grace Saragih, Achmad Nur Mei, dan Jensi Sartin. Dirancang oleh Herri Binarasa, anggota PPIA yang datang puas berpose untuk berfoto, makan siang, dan juga jalan-jalan menikmati keindahan alam di Alligator Creek. (DAT)
Yang di baris paling depan ngeliatin apa sih?
© PPIA-JCU

Saturday, July 07, 2012

An Indonesian Gathering in the Riverway Park

Pada hari Sabtu, 7 Juli 2012, Townsville berangin dan masih sejuk di tengah musim dingin. Setelah beberapa saat tidak piknik bersama, PPIA JCU mengundang WNI permanent resident (PR) yang tinggal di Townsville untuk berkumpul dan menikmati BBQ di Riverway park. Di taman yang terletak di pinggir sungai ini, anggota PPIA JCU dan PR berkenalan berbagi makanan yang sudah dibawa masing-masing. Dikoordinir oleh Indra Bayu, hampir semua anggota PPIA JCU dan pasangannya, juga lebih dari 5 keluarga PR yang tinggal di Townsville hadir di acara ini. Tentu saja kesempatan ini adalah kesempatan emas bagi semua yang hadir untuk melepas kangen mencicipi masakan khas Indonesia. Menu yang disajikan antara lain: jagung rebus, bihun goreng, mie goreng pedas, crepes coklat dan strawberry, dan tidak ketinggalan steak sapi andalan yang dipanggang di alat BBQ yang tersedia di sepanjang sungai. Yummy! (DAT)

© PPIA-JCU

Tuesday, June 19, 2012

Cultural Outreach Program: Indonesian Traditional Games

Introducing Indonesian Traditional Games in Aitkenvale State School, Townsville

Acara ini terselenggara berkat kolaborasi PPIA JCU dengan Townsville Multicultural Support Group (TMSG). Kegiatan yang dikoordinir oleh Aryadi ini berlangsung lancar dan sukses. Dengan bantuan Yulia, Ernest, Arvie, Zainab, dan Deasy, PPIA JCU berhasil memperkenalkan permainan khas 17 Agustusan kepada 9 kelas. Permainan yang diperkenalkan adalah lomba memasukkan pensil ke dalam botol dan juga lomba balap kelereng. Murid-murid setiap kelas diajak bermain selama 30 menit dan sangat antusias dalam mencoba permainan tradisional ini. (DAT)
© PPIA-JCU

Monday, June 04, 2012

Manggung di Smithfield Childcare

Hi kawan-kawan,
Kalau di Townsville dah presentasi di sekolah2, di Cairns mulai dari childcare dulu yah, hehe.
Saya kirim foto music performance di Smithfield Childcare yah. Ceritanya Mas Fera sang landlord diundang ngisi acara musik. Jadilah kita menyanyikan lagu anak2 termasuk lagu Cicak Cicak di Dinding. Meski gak mengusung nama PPIA, paling gak guru2nya jd tau kl ada PPIA di Cairns.
Salam manis dari Kak Erdi :o)

Saturday, October 01, 2011

Pesona Raja Ampat (oleh-oleh dari Delegasi Kab. raja Ampat, Papua)


Kunjungan Delegasi Kabupaten Raja Ampat Papua ke Townsville dan Cairns

Rombongan kontingen Raja Ampat dalam kunjungannya ke Queensland, melakukan dua hari visitasi di beberapa organisasi dan municipality di Townsville (hari pertama) dan Cairns (hari kedua).

Pada hari pertama, didahului dengan kunjungan ke Reef HQ, yang merupakan aquarium karang terbesar di dunia.




Friday, April 11, 2008

Meeting kecil di Rococo JCU: Promo JCU

The meeting was on Wednesday 9 March 2008. We're invited by Lisa Cowan (Associate Director International Meeting JCU: International and Development) and Alex Salvador (AusAID Liaison Officer who will represent JCU to undertake a Road Show in 5 big cities in Indonesia: Jakarta-Bandung-Yogyakarta-Semarang-Denpasar) to talk about promoting JCU in Indonesia.

Here is some of Lisa's impression:
http://jcuvicechancellor.blogspot.com/2008/01/beginning.html

Wed, 09 Apr 2008 21:18:14 +1000 1 of 1


This is great.

It was really nice to meet all of you today to discuss your personal
experiences at JCU and how you feel we can attract more Indonesian
students to study in Townsville and Cairns.

I look forward to working with you in future and please let myself or
Alex know if there is anything we can do in future to help support you.


Best regards,

Lisa

© PPIA-JCU

Saturday, April 05, 2008

Fun Day at Arcadia Bay Maggie Island

Ide awal fun day ini adalah mempererat persaudaraan di antara anggota PPI JCU dan mengambil moment yang bertepatan dengan 'estafet' kepengurusan lama (Dian) kepada yang baru (Egy). Sehingga dapat pula dikatakan melepas lelah bagi kepengurusan lama untuk memperoleh kesegaran kembali dalam perjalanan PPI JCU berikutnya. Meski tak semua hadir karena assignment dan komitmen lain, namun acara ini tak kehilangan 'gereget' karena tetap ramai mengingat diikuti anggota keluarga serta satu dua simpatisan/partisipan dari residen. Tak kehilangan 'gereget' karena Bung G (Gustaf) yang berupaya keras meng-organise games sebagai upaya 'mediasi' mempererat tali persaudaraan. Tak kehilangan 'gereget' karena dihadiri Tante Nel 'penghuni' Maggie Island dengan promosi 'restoran Indonesia dan Friday Night Marketnya' beserta keluarga. Tak kehilangan 'gereget' karena donasi hadiah games dari Mba Arla-Brian dalam rangka syukuran restoran baru-nya juga. Banyak kata yang diulang ya.. maaf.. berikut laporan pandangan mata games-nya.

Yang menarik adalah, Juara Umum I dan Pemenang II diperoleh dari 'rebutan' tebak lagu (ketimbang 's-u-i-t' kurang mantap) pada akhir acara karena keduanya memperoleh total skor yang sama, sehingga kedua grup mengutus perwakilan Zen (Group 2) dan Lita (group 3) untuk kembali memperebutkan 1 point penentu Juara Umum.

klik pada gambar untuk memperbesar

Juara Umum I : Group 3: Luke-Lita-Hisyam-Afif-Nadine (plus Tante Nel saat Game IV dan V)
Game I Tebak Lagu meraih Juara I, well done..!! tak kalah kan dibanding para senior yang nebak lagu anak dengan lagu nasional (hiks siapa ya..)
Game II Dancing meraih Juara I karena Lita memang koreografer-nya PPI JCU
Game III Sand-Castle Building Juara II (kerjasama Lita dengan para bocah cilik anggota memberikan point berarti)
Game IV Melewati Ranjau meraih juara II saat Lita dipandu Tante Nel dengan teriakan 'langkah panjaaaaaaaaaaaaaangggg'
Game V Tebak panjang tali meraih juara III.. jemari Lita sang penari emang top.. apalagi disupport Tante Nel

klik pada gambar untuk memperbesar

Pemenang II : Group 2 : Yansen, Yanti, Fadhil, Zainul
Game I tebak lagu meraih juara II dikenang dengan kocak tebak nya Zen saat Eghy pemusik memainkan musik 'Balonku ada 5' namun dinyanyikan lantang Zen dengan 'Garuda Pancasila'
serta Yansen yang gagal menebak lagu "Halo-halo Bandung'" (Icha tak menjadi saksi sejarah lantaran late sleep last night so beliau tiduran di bench taman tak bergeming.. namun Icha menyaksikan sejarah lain Zen di tepi bentangan pantai menakjubkan Arcadia Bay). Baru kali ini Dian menyadari ternyata cuman tebak lagu yang simpel aja bisa bikin kocak saat lagu anak ditebak lagu nasional.. ah ah Zen.. Zen..
Game II Dancing Zen menyerah kalah dari Penari top Tante Nel dan Lita sehingga meraih hanya Juara III saja.
Game III Sand-Castle Building Group 2 mengesankan Dewan Juri dari proses kerja keras mengokohkan bangunan 'Stupa Candi Borobudur' sehingga menempatkan nya pada Juara III dengan hanya 1 point saja berbeda dari Juara ke II
Game IV Melewati Ranjau meraih juara I dengan perwakilan Zen peranjau dan Mba Yanti sang Komando.
Game V tebak panjang tali menempatkan grup ini di Juara I dengan penjari Mba Yanti dan penghitung Zainul.

klik pada gambar untuk memperbesar

Pemenang III: Group 2 : Mas Erwin, Mba Yuli, Hanif, Lintang (plus Tante Nel saat Games Dancing dan membangun Sand-Castle)

Game I Tebak Lagu menduduki Juara II dengan pengetahuan lagu yang mengejutkan dari Mas Erwin dan Mba Yuli

Game II Dancing mengutus perwakilan Tante Nel merebut juara II dengan goyangannya yang aduhai tak kalah dari Lita Sang Koreografer Tari.
Game III Sand-Castle Building mengukuhkan Group ini melenggang dengan juara I atas keberhasilan menghadirkan 'Candi Borobudur' di Magnetic Island dengan bentuk utuh 'Zoomed out' dan stupa yang 'zoomed in' sehingga tampak mirip dan menghadirkan spirit suasana serta nuansa Candi Borobudur di tanah air di Magnetic Island.
Game IV melewati Ranjau menempatkan Group ini di tempat ke-3 saat Lintang akhirnya menyadari nasibnya menjadi penginjak-injak ranjau (sakti kali kau ini Lintang..!!)
Game V menebak ukuran tali meraih gelar juara II dengan Lintang sang penghitung dan Mba
Yuli penjengkal-jengkal tali.

Selamat buat sang juara.. semoga kita semuanya menjadi sang juara-juara hati juga.. aamiin..

Terimakasih atas kerja keras Panitia dan Juri (mohon maaf atas keterbatasan dan kekurangan) sejak hari-hari sebelumnya saat persiapan dan hari-H.


klik pada gambar untuk memperbesar

terimakasih atas teman-teman yang sudah meluangkan waktu untuk berpartisipasi meski di tengah kesibukan.

Terimakasih Tante Nel and Family atas your generousity dan rendang lezatnya sehingga kami feeling Townsville di Maggie Island (aduh jangan mulai membandingkan Townsville dan Maggie Island yang 'kaya' masakan Indonesia yaaa)
tante Nel dan Via

Terimakasih Mba Arla-Brian atas sponsor hadiahnya serta Dian, Thesy dan Nadine yang udah belanja hadiah dan menyiapkannya

klik pada gambar untuk memperbesar

Terimakasih Mba Yuli-Erwin atas masakan utamanya serta Mba Yanti-Yansen atas sambal dan masakannya.. Zen, Tony dan Thesy Gustaf atas sumbangan nasinya serta Putu Liza dengan curry pie nya.

klik pada gambar untuk memperbesar

Penggagas dan perancang games: Gustaf
Tim Juri : Dian, Gustaf, Eghy, Icha, Mr John
Pemetik gitar: Mas Erwin dan Eghy (Erdy.. you are still truly wanted..!)
Sampai Jumpa di Fun Day berikutnya.. !!

more photos


dilaporkan oleh : Dian Latifah.. yang tak tahan menuliskan berita dan ceritanya di blog ini terkesan atas kerja keras dan partisipasi dengan hati dari rekan-rekan


photo courtesy: lita

© PPIA-JCU

Thursday, March 20, 2008

Presiden baru terpilih Bung Egy di arena Harmony Day

Bung Egy sang Presiden terpilih bergambar dengan Dian (mantan Presiden) dan Icha (Pimpinan tertinggi AGM sekaligus Ketua Presidium); terimakasih untuk rekan-rekan PPIA JCU atas support dan dukungannya sehingga Harmony Day menjadi our Harmony

Stand Indonesia, mantan Presiden Dian dan mantan Sektretaris Lita memberikan 'tanda mata' masakan nasi goreng dan ayam kecap kepada Presiden baru Bung Egy


penari Lita-Ani, para penonton beberapa kali terpukau dengan aksi atraksi mereka

Meski wajah beberapa orang tampak lelah karena ada 2 peristiwa besar di satu hari yang sama tapi we all embraced Harmony Day, 20 Maret 2008, yang diselenggarakan JCU SA. Apalagi di ajang ini Presiden PPIA JCU yang baru saja terpilih, Agapery Pattinasarany akrab dipanggil 'Bung' Egy, turut hadir memberi support. Yang unik Presiden baru nggak kebagian nasi goreng bikinan mantan Presiden karena terlambat mengantri.

More photos

dilaporkan oleh: Dian

© PPIA-JCU

Saturday, March 15, 2008

dari arena AGM

suasana yang hangat.. enjoy our photos..

© PPIA-JCU

Ucapan terimakasih dan maaf dari mantan Ketua PPIA JCU 15 bulan: Dian Latifah

Rekan-rekan PPIA JCU terkasih.. akhirnya masa kerja kepengurusan PPIA JCU yang saya (Dian Latifah) nakhodai selama 15 bulan dimulai dari 14 Desember 2006 berakhir pada Annual Gathering Meeting 14 Maret 2008. Selamat atas terpilihnya Rekan Sdr Yansen sebagai Presiden PPIA JCU yang baru beserta jajaran baru kepengurusannya yang akan segera dibentuk. Selamat berkarya nyata yang lebih baik dari kepengurusan terdahulu.

Maaf adalah kata pertama yang harus saya sampaikan. Maaf untuk kesalahan dan kekurangan di masa pembelajaran berorganisasi, pembelajaran saling menghargai, pembelajaran saling menghormati, pembelajaran menghargai perbedaan, pembelajaran kebebasan berkarya dan saling mengisi dari keterbatasan daya dan resources yang kita miliki untuk mencapai prestasi kerja, serta maaf untuk kesalahan di masa pembelajaran meminta maaf dan menerima maaf..

Terimakasih adalah kata yang harus saya sampaikan sebagai penghargaan saya setinggi-tingginya pada semangat dan kerjasama baik pengurus dan anggota untuk kegiatan PPIA yang sering harus berbagi waktu, cinta dan perhatian dengan keluarga, studi, riset dan kerja.

Terimakasih adalah kata yang harus saya nyatakan atas apa dan bagaimana sesuatu dimulai dan dibangun. Terimakasih atas kesempatan dan pengalaman yang saya peroleh dari kepengurusan terdahulu dan para pendahulu. Keberhasilan yang dicapai di masa kini tak terlepas dari jejak dan tapak yang diletakkan dan dibangun oleh para pendahulu. Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya, meski saya bukan yang terbaik yang seharusnya terpilih (Pak Parjiono dan Gustaf Mamangkey, you are the best..). Terimakasih buat Desni, Gustaf, Pak Piter Lepong, Aryadi dan Yuli yang mendukung langkah pertama kepengurusan saya, di saat banyaknya rekan PPIA yang menyelesaikan studi dan masih berada di tanah air.

Terimakasih adalah kata yang tulus saya ungkapkan atas apa dan bagaimana sesuatu dijalani. Untuk seluruh anggota dan pengurus terimakasih dan terimakasih atas kerja keras, dedikasi, dukungan, semangat dan pengorbanan untuk prestasi kerja dan karya yang telah kita capai. Prestasi kita adalah warna kita; dan warna itu adalah satu warna yang berhasil kita petik dari warna-warna pelangi di langit yang tinggi; dan warna itu adalah warna yang paling sesuai untuk kita; untuk kemampuan, waktu dan sumberdaya yang kita miliki. Terimakasih.

Terimakasih atas kekompakannya ya..!! I will miss :

(1) pernah di satu rapat, acara pertama adalah masak gorengan dan bubur kacang ijo.. kita kompak makan alias tempat rapat jadi pindah ke dapur.. pas rapat malah ngantuk hehehe.. thanks buat yang masakin.. Puji.. Farida..

(2) setiap rapat pengurus selalu seru.. coz kebanyakan perempuan, yang merasa cowok jadi pusat perhatian bahkan salah satu pria memanjangkan rambutnya.. ketambahan Lintang.. apalagi..

(3) temen2 semua dedicative.. ‘kualitas kerja’ yang utama bukan ‘visualitas’

(4) Bendahara yang bukan main passionate mengemban tugasnya.. pokoke PPIA nggak kekurangan dana deh selama ada Desni.. hihi..

Akhirnya selama 15 bulan perjalanan kita mohon kita semua saling memaafkan ya..

Terimakasih atas segala bentuk support dan perhatian kepada PPIA JCU dari PPIA Queensland dan PPI Australia.





Notes: biz pensiun dari Ketua PPIA rencana awalnya sih mo buka warung kopi dan pisang bakar JSN (Jembatan Siti Nurbaya) di 2/18 Wandella yang udah biasa jadi tempat ngumpul dan rapat PPIA alias udah ada calon pelanggan, tapi sayangnya Wandella tidak bisa dihuni lagi, ya sudah lah back to basic aja jadi ibu rumah tangga aja dah.. :)



© PPIA-JCU

It's the election day!

Today is a big day for Indonesian students at JCU. We are going to have a new president! Well, its not only that, we are going to have a new Mayor for the super city, Townsville, as well. Congratulations! But, the difference between these two race: Dian Latifah as the President of Indonesian Student Association at JCU will not be elected again but Tony Mooney and Les Tyrell would like to be re-elected.

Here are the leaders, some of them are soon to be part of the history.

© PPIA-JCU
posted by Goestaf

Sunday, October 14, 2007

Lebaran di Townsville 1428H

click for photos

Idul Fitri 1428 H dirayakan hari Sabtu 13 Oct lalu, tepat di wiken (Hari Sabtu) sehingga Asti sekeluarga (dari Mackay) dan Dewi-Agus sekeluarga (dari Collinsville) dapat turut hadir. Perayaan dimulai dengan sholat berjama'ah di Townsville Mosque. Menjadi khas perayaan adalah sajian berbagai menu sarapan dan aneka makanan ringan usai sholat sekaligus menjadi sarana manis untuk ber ramah tamah dengan umat muslim dari berbagai negara. Komunitas Indonesia pun tak ketinggalan ber-silaturrahmi lebaran di Water Park The Strand. Sajian potongan lontong cukup menjadi pengobat rindu akan ketupat (maklum tahun ini tak ada ahli perangkai daun kelapa menjadi ketupat meski di halaman Wandella 2/18 tumbuh subur sebatang pohon kelapa). Aneka menu lauk khas lebaran tak kalah lengkap dengan yang biasa dinikmati di tanah air. Townsville Mosque melengkapi acara Hari Raya Idul Fitri dengan mengadakan "Eid Mubarak Dinner" di Community Hall di area Annandale Shopping Center. Dian, Arla dan Anissa menyertai shalawatan Umi Muslim di ajang ini disamping Rubina (Pakistanese Muslimah). Dinner dengan cita rasa Mediterranean mewarnai Lebaran Townsville. Suasana Lebaran Hari Kedua dirasakan juga di kediaman Arla-Brian dengan menu Lebaran yang lezat. Di semua acara silaturrahmi selalu tak ketinggalan setoples castangel dan nastar, membuat terasa berat menghadapi kepulangan sang ahli "Ita Halmar" Desember tahun ini (Hmm tahun depan pesan ke siapa ya..??).

Rasanya Lebaran kali ini begitu lengkap, bahkan suasana mudik dirasakan pula oleh Asti sekeluarga (dari Mackay) dan Dewi-Agus sekeluarga (dari Collinsville). Komentar mereka "Kami juga mudik, mudik ke Townsville lewat jalur Pantuqi (bukan Pantura) alias Pantai Utara Queensland, laporan mudik lebaran 'jalur lancar bebas tanpa hambatan di kawasan Pantuqi' ". Suasana gembira bertambah karena Lebaran di weekend ini bertepatan dengan ajang tahunan akbar Greek Festival. Lebaran tahun ini pun meninggalkan kesan indah di hati.

© PPIA-JCU

Monday, September 03, 2007

JCU Open Day 2007

Tanggal 2 September 2007, James Cook University melakukan Open Day besar-besaran. Pihak JCU ingin menarik minat sebanyak-banyaknya dari berbagai elemen masyarakat untuk kuliah di universitas ini dengan menawarkan sebuah konsep proyek raksasa untuk pengembangan JCU ke depan yang diberi nama: Discovery Rise. Sebuah paduan apik yang menawarkan tempat studi sekaligus tempat tinggal dan ajang sosialisasi yang unik, nyaman dan modern. Tergambar bagaimana semua elemen di setiap fakultas memberikan yang terbaik bagi pengunjung tanpa memandang level usia. Di sekitar tempat ini juga disediakan fun area untuk anak-anak dengan tujuan memberikan pengenalan sains bagi mereka sejak dini.

Pelajar Indonesia sebagai bagian dari komunitas JCU bersama pelajar dari beberapa negara di dunia ini mendapat tempat utama khusus menyajikan makanan khas Indonesia. Momen ini tidak disia-siakan oleh pengurus PPIA dengan menyajikan berbagai macam makanan khas. Tak ayal, tempe goreng, lumpia, panekuk, dan berbagai macam makanan gorengan serta kue basah lainya turut mewarnai meja jualan PPIA. Sebagian penganan ini disiapkan sejak malam sebelum acara oleh mbak Win, Puji, Lita dan Thessy. Arena ini digawangi Dian dan Icha (Presiden dan Sekretaris PPIA) bersama mbak Umi, salah seorang warga Indonesia yang begitu cekatan dalam menyiapkan segala penganan gorengan. Lita juga turut menjaga stand promosi Indonesia dengan menawarkan brosur dan leaflet tentang Indonesia. Tak segan-segan dia berjalan mengitari arena dengan membawa kue dan brosur. Alhasil, dengan paduan kerjasama ini, tak jarang berdatangan decak kagum akan kelezatan makanan, ramahnya pelayanan dan promosi Indonesia yang datang dari para pengunjung. Kegiatan ini juga akan jauh dari sukses bila tak ditopang oleh keluarga Pak Muslimin, Lintang, Zen dan para punggawa PPIA serta masyarakat Indonesia di Townsville-Thuringowa. click for more PHOTOS

© PPIA-JCU

Thursday, August 23, 2007

Indonesia Festival 2007-Program

State Manager :Lintang Adi Pradana
Master of Ceremony: Annie Daryani dan Putu Liza

10.00: Opening Ceremony
· Balinese Dance Panyembrama Penyambutan by Putu Liza
· Opening of the event (the background and purpose of the event by the Zainoel Hidayah)
· Opening speech by the president of Indonesian Student Association JCU (Dian Latifah)
· Speech from Minister Counsellor Anwar Raudin on the behalf of Ambassador Hamzah Thayeb, the Embassy of The Republic of Indonesia for Australia-Canberra.
· Speech from Hon. Councillor Brian Bensley, Thuringowa City
· Indonesia Raya (sung together with text)
· Australia national anthem (sung together with text)
10.30: Balinese Dance Pendet by Ani Cristiani
10.40: Children Payung Dance (Umbrella Dance from Western Sumatera) by Nadine,
Chickita, Glory, Aulia, Jessy, and Isyah
10.45: Singing Performance of traditional Indonesian songs by Indonesian singing group
11.05: (Performance from other culture) by Alex Salvador and group
11.15: (Performance from other culture) Indian performance by the Indian community & Putu Liza (Bharatanatyam)
11.25: (Performance from other culture) Filipino performance by Filipino -Australian
Affiliation of NQ (FAANQ).
11.35: Jakarta Dance Yapong by Annie, Icha, Ani, Angel, and Tessy
11.45: Aceh Dance Saman by Tony, Icha, Angel, Dian, Toni, Tessy, Desni, Etha, Zen
11.55: Finale (dance together): Tor Tor Dance/Poco-poco from Sulawesi Island
12.05: Lunch
12.35: Musical Performance by Pur and family
12.50: Traditional Sports and Games
02.45: Present give away and closing

© PPIA-JCU

Indonesia Festival AT GLANCE-25 August

August 17 marks the day when Indonesia proclaimed its independence back in 1945. Every year, the entire country commemorates the occasion in both solemn and cheerful ways. While there is much reason for celebration, we also honour the sacrifice of our heroes and remember them with gratitude and reverence the supreme struggle they made to achieve our independence, so that we can all look forward to the brighter future of Indonesia in international forum. To honour our independence, it is important for us to also remember the meaning of ‘Unity in Diversity’ or ‘Bhinneka Tunggal Ika’ as our national character. By nature, Indonesia is a diverse nation with many ethnicity, language, customs, colours and religions. ‘Bhinneka Tunggal Ika’ or ‘Unity in Diversity’ is our quintessential personality that guides us in our relationships within the country and with other nations.

The spirit of Indonesia Independence Day does not only belong to Indonesians living in Indonesia but also to those living overseas. Through the commemoration of the 62nd Indonesian Independence Day, the Indonesian students and community in Townsville aspire to maintain the spirit of independence by performing a special occasion: the Indonesia Festival and Independence Day. The cultural event is designed to explore creativities, embrace arts, traditions and beliefs within the many ethnic groups in Indonesia and to serve as a media to embrace diversity and promote understanding with the international communities. By inviting and involving people of different cultural backgrounds and nationalities in Townsville, we hope that the event will promote Indonesia’s cultural diversity and foster multi cultural understanding in Townsville Australia.

© PPIA-JCU

Monday, March 19, 2007

Rapat Program Kerja PPIA 2007



Malam itu.. 12 Maret 2007 menjadi malam penuh semangat membicarakan program kerja sepanjang 2007.. Gustaf (publikasi dan seminar--di-back up Pak Parjiono) mengusung rencana membuat prosiding "karya anak bangsa di belantara Cairns dan woodland Townsville--sebuah persembahan 'tuk pertiwi", Zen dan Puji berpikir keras menggodok program olahraga yang variatif, sementara Yuli (plus Mita) menggagas program rutin PPIA gathering menjadi lebih matang lagi, Ani Daryani, sang "ratu" Cultural Fest 2006 menggelar rencana pegelaran seni yang meriah, calon-calon partisipan future 'Miss' juga telah dipersiapkannya dan siap dilatih Ani (plus Angel), seksi Akomodasi dan Transportasi (Farida plus Pak Piter) tampak mantap dan siap mengkoordinir transportasi untuk kelancaran seluruh kegiatan, demikian semuanya turut sumbang saran 'tuk keberhasilan program kerja PPIA 2007, semoga hasil malam ini menjadi karya nyata, aamiin (trims para Bu Juru Tulis Icha, Lita dan Bu Mantri Keuangan Desni)..

© PPIA-JCU