Monday, October 01, 2007
Kite Festival, 29-30 September 2007
© PPIA-JCU
Tuesday, July 31, 2007
Cairns.. oh... Cairns (2): Kampus Hijau JCU

Tak terasa seminggu sudah kami meluangkan waktu di Cairns, kota turis di North Queensland. Kesempatan untuk mengeksplorasi tiap keindahan n kemegahan Cairns memang terbatas. Tapi di hari pertama bulan Juli ini, hari Minggu yang seharusnya jadi hari penting buat kami, apalagi untuk melepaskan lelah, justru short quiz (namanya doang..padahal # soalnya sampe 24, mostly essay questions) membuat qta agak stress. Habis itu ada kuliah 1 session n thank God selesai before lunch. After lunch, kita ke rumah mbak Intan, liat mas Dicky n adiknya yang very cute, then we chatted ampe nggak terasa udah sore.. abis seru sih ceritanya. Then, kita ke city, nyari sleeping bag,... eeh, ketemu counter yang menawarkan various souvenir unik n lucu-lucu. Quick sight-seeing at Esplanade, then went back to CSL, lapaarrr...

© PPIA-JCU
Monday, June 11, 2007
Alligator Creek
Tak tahu apa yang akan dibuat di Queen's Birthday holiday, beberapa students dan keluarganya menggunakan kesempatan jalan-jalan di sekitar Townsville. Hari ini tujuannya adalah Alligator Creek, tiga puluh kilometer sebelah selatan Townsville. Di sana ada sebuah Creek, namanya Alligator tentunya ;-), namun bukan berarti ada alligator di dalamnya. Di sepanjang sungai kecil itu banyak terlihat ikan yang berenang di air yang jernih. Begitu teduh terasa. Tempatnya diperlengkapi dengan areal piknik dan kemping, enak juga menjadi tempat pelariaan di saat gundah. More photos at: http://ppiajcu.multiply.com© PPIA-JCU
Monday, May 28, 2007
Australian-Italian Festival at Ingham
Perjalanan hanya memakan waktu kurang lebih satu setengah jam, namun beberapa saat rombongan singgah di Frosty Mango yang terkenal itu, untuk mencicipi ice cream yang ternyata memiliki rasa… ice cream juga . Perjalanan ke Ingham memang sudah direncanakan sejak minggu sebelumnya, namun bermalam di dalam tenda hanya tercetus sesaat sebelum berangkat. Akibatnya beberapa students terpaksa meminjam tenda dari mbak Igam, orang Indonesia yang tinggal di Ingham (cocok juga namanya ama kotanya ya?). Saking excitednya, setelah istirahat sejenak di rumahnya mbak Igam, semua students langsung ke arena festival. Uang masuk 5 dollar untuk dewasa, tanpa karcis hanya stempel. Stempel itu berlaku selama festival asal jangan mandi, kata the gate keeper. Ternyata sore itu tak ada apa-apa, hanya seperti kegiatan pameran di Indonesia, kata salah seorang student. Semuanya berkeringat, panas juga sore itu. Tiba-tiba salah seorang sadar bahwa keringat juga bisa menghapus stempel. Semuanyapun bergegas mencari perlindungan, cooling down.
Malamnya mereka balik lagi berbekal stempel. Di sebuah panggung terbuka sementara diadakan pementasan ”main api”. Lima laki-laki tangguh menampilkan keahliannya memainkan api. Tapi toh bukan berarti atraksi ini tanpa perlindungan. Di deretan penonton terdepan ternyata duduk beberapa orang dari satuan pemadam kebakaran. Beberapa saat setelah itu penonton diberi kesempatan mencari makanan. Nah, inilah pekerjaan yang paling sulit. Mendapatkan makanan yang enak harus rela antri lama. Kayaknya kebanyakan penonton sudah tahu kantin mana yang menyajikan makanan yang lezat walaupun toh tidak gratis (seperti kabar burung sesama Indonesian students sebelumnya). Beberapa acarapun berlalu seperti final lomba makan pizza paling cepat dan beberapa games yang melibatkan penonton. Ternyata acara malam itu, cuma itu! Jalan-jalan mengitari arena festival ternyata tak bisa membunuh kebosanan. Festival ini seperti pasar malam di kecamatan saja, celutuk student yang lain. Merekapun berlalu, melanjutkan malam dengan main kartu.
![]() | ![]() |
© PPIA-JCU
Monday, April 30, 2007
Paskah dan liburan panjang


Paskah taun ini terasa berbeda. Jauh dari keluarga, sahabat dan teman. Tahun ini perayaannya-pun berbeda. Biasanya jauh-jauh hari sudah heboh rencana pulang kampung untuk merayakan dengan keluarga di rumah. Paskah juga jadi ajang kumpul dengan teman masa kecil yang sekarang sudah pada sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Yah reuni gratis lah....................Sekarang mau pulang gimana? Aku terdampar di kota Tonspil (Toadsville kata Mr.Jon, apa karena banyak cane-toad-nya ya ?)
But it doesn’t matter (wong ke Tonspil aja perjuagannya setengah mati, ngalahin sun Go Kong yang ngalahin 1000 halangan dan rintangan...............ciee..kek...kek....). Yang penting kualitas esensi perayaannya yang harusnya bertambah terus !!!
Tapi, kalo diamati perayaan paskah orang Oz especially Tospil menarik juga kok !! jauh-jauh hari mal (Stockland terutama-habis dekat) dan toko-toko sudah dipenuhi segala macam atribut paskah mulai dari coklat telur, coklat bunny or kelinci sampe bulu-bulu or kostum kelinci. Enaknya, coklat seakan sudah menjadi tradisi jadi mau tak mau setiap kali mata memandang gumpalan lezat dengan kemasan aneka rupa itu sekan melambai-lambai minta dibeli hi hi.................paskah juga jadi even besar dimana tiap anggota keluarga memberi hadiah satu sama lain yang berupa (apalagi kalo bukan) coklat aneka bentuk........p.s. maaf buat Nadine, paskah kali init tante ga kasi kado, so ketemu taun depan jo!!
Paskah juga jadi even keluarga karena libur long weekend dari Jumat sampai Senin (resminya). Tapi mulai awal minggu sebelumnya (Senin) suasana kota mulai sepi, kampus sepi, jalanan ramai, highway padat. Orang-orang seakan berlomba keluar dari kota . Banyak yang pergi camping (apalagi habis ada warning tsunami) or memenuhi taman dan strand (pantai local). Jalanan depan rumahku yang biasanya dipenuhi mobil dan truk tiba-tiba saja lengang…………….aneh!!! Yah biar saja mereka pergi keluar kota biar kita-kita yang pendatang ini yang jaga kota mereka ha ha ……………….
Tapi rencana bisa berubah tiba-tiba kok! Kita juga ga mau kalah, hari Jumat kita cabut, pegi ke pantai Rollingstone (bukan mau nge-rock kok), dan alhasil kita temui sebagian kecil orang Tonspil disana, sibuk main air, berjemur, dan main bersama anak-anak mereka!!! Aha……………….got u!!
Dan tepat pada hari Minggunya, tepat di hari kebangkitan Kristus, aku rayakan dengan teman-teman Indonesia di Strand. Acara pokoknya perayaan paskah dan bible study, acara tambahannya foto session, berenang, berjemur, sight seeing, bbq, makan nasi kuning, curhat, baca buku, mejeng, jadi penjaga pantai dan makan angiiiiiiiiiin ampe kekenyangan (untung ada Antangin so wes ewes……bablas anginya!!)
Belum puas, Seninnya kita ke Bluewater, ke rumah Mba Ani. Wah disini kita bener-bener disuguhi kehidupan asli Oz yang tenang, damai, aman sentosa serta dikelilingi woodland Eucalyptus dan sekelebatan kanguru…………….wuih!!!
Dear Lord, trimakasih untuk paskah tahun ini!!
Akhir kata, HAPPY EASTER EVERYBODY!!!
Selamat paskah juga Toadsville!!
© PPIA-JCU


