Showing posts with label cerita kita. Show all posts
Showing posts with label cerita kita. Show all posts

Wednesday, June 20, 2012

Anita Raharjeng Jadi Duta JCU

JCU membuka kesempatan agar mahasiswa dapat berpartisipasi dalam membuat iklan mengenai kehidupan kampus. Mbak Anita Raharjeng adalah salah satu anggota PPIA JCU yang ikut bergabung. Simak videonya di sini:
Kereeennn...!
© PPIA-JCU

Tuesday, January 20, 2009

Tim sebelas

Hujan tak henti-hentinya mengguyur Townsville pada Senin 12 Januari lalu. Berita tentang terbentuknya Cyclone Charlotte menambah seram suasana. Namun, untunglah walaupun hujan tak menunjukkan tanda berhenti, Cyclone Charlotte kategori 2 yang bergerak dari Gulf Carpentaria ke arah selatan berkurang dan hilang. Dalam suasana yang seperti ini rombongan 8 orang mahasiswa baru JCU dari Indonesia menjejakkan kaki di Bandara Townsville. Rusaini yang menjadi pembuka jalan datang lebih awal satu hari. Sedangkan Sarah dan Dewi harus menunda kedatangan mereka satu dua hari karena kendala teknis. Jadilah, "ini Tim Sebelas," kata Adit. Tapi bukan Tim Sebelas penyusunan UU Otonomi Daerah 1999 pimpinan Ryas Rasyid loh.

Masih dalam suasana hujan para punggawa baru tersebut menuju ke istana masing-masing. Malamnya, diadakan sambutan kecil-kecilan. Tuan rumah Tony dan Firdaus sudah siap dengan bakar kakap-nya, plus ayam panggang dan lauk daun singkong. Farida pun sudah siap..mie ayam..mie ayam. Yang lain pun kemudian berdatangan dengan makanan masing-masing. Setelah yang ditunggu, Sang Presiden, datang, acara pun dimulai.


"Saya Eghy, Presiden PPIA, mewakili teman-teman semua mengucapkan selamat datang Di Townsville," Eghy membuka acara dengan suara khas Ambon-nya. Bla...bla...makan pun tiba. Sambil makan, sesepuh PPIA, Gustaf Mamangkey, Ph.D (almost), mengambil nahkoda. "Sekarang memang lagi musim cyclone, tapi jangan takut," katanya membuka perbincangan. Sesi tanya jawab pun berlangsung seru. Daeng Seni menjadi mahasiswa baru sekaligus lama yang jadi referensi. Besoknya disepakati Seni akan mengantar teman-teman mahasiswa baru berkeliling, dan yang paling penting melapor ke Alex.

Selamat datang kami ucapkan ke Adit, Arthur, Conni, Dewi, Diana, Eddy, Esti, Mahpud, Rofiq, Rusaini, dan Sarah. Semoga lancar studinya. Terima kasih kepada rekan semua yang telah menyempatkan hadir di acara tersebut.

Foto: Courtessy Farida Damayanti

© PPIA-JCU

Friday, October 17, 2008

Hasan datang lagi

Agaknya Refectory kampus JCU sudah menjadi milik orang Indonesia. Gampang saja kalo mau menyelenggarakan acara sejauh kantin itu tidak tutup. Pemiliknya juga tak mempedulikannya (wong pemiliknya tinggal di dapur terus). Siang itu juga demikian. Dari berbagai penjuru kampus berdatanganlah students Indonesia dengan bawaan masing-masing. Seperti di komando, dalam sekejap salah satu meja di refractory siang itu dipenuhi dengan beragam makanan. Anehnya, persentasi makanan dari refractory tak berbanding baik dengan makanan yang dibawa. Banyak makanan dan minuman dari luar. Tapi, sekali lagi, selama pemilik kantin tetap tinggal di dapur, no problem!

Hari itu, Pak Hasan muncul di antara students yang baru berkarat berbaur dengan yang benar-benar tinggal karatnya saja. Hari itu adalah penyambutan bagi dirinya, tradisi yang sudah turun temurun. Tradisi tetap sama sejak dulu walaupun orangnya berbeda. Tapi agaknya makanan juga tetap sama sejak dulu ;).

Setelah bersapa ria meriuhkan kantin. Akhirnya para punggawa Indonesia di James Cook University pun pulang. Tapi, seperti yang sudah-sudah, walaupun datangnya tak berbarengan tapi saat pulang merekapun tetap aja bergerombol.... ck ck ck...masih saja ada gosip yang tersisa!

© PPIA-JCU

Wednesday, August 13, 2008

Selamat datang Firdaus dan Reni



Bulan ini keluarga besar PPIA JCU bertambah lagi pasukannya. Agung Firdaus (Ayo yang mana orangnya...?) datang dari Departemen Kelautan dan Perikanan akan studi PhD. Firdaus akan melakukan penelitian dengan topik "Coastal disaster management". Setelah melewati rintangan birokrasi di kantor, yang hampir membuat gagal keberangkatan, akhirnya beliau mendarat di Townsville. Sama seperti Gustaf, Firdaus menyelesaikan Master-nya di Aarhus Uni, Denmark. Mereka ini sudah termasuk global nomaden yang mengumpulkan carikan kertas kebijaksanaan dari ujung utara sampai ke selatan Bunda Bumi.

Satu lagi, Reni (tahu dong orangnya...?) bergabung dengan keluarga besar PPIA setelah diboyong Toni dari Bengkulu,...or Manado? Bulan madu nih? Kayaknya bukan, tapi tahun madu katanya.

Semoga semuanya betah di tropical north Queensland ini.

© PPIA-JCU

Wednesday, May 07, 2008

Myanmar, tetangga kita...

Sepertinya bencana tak pernah putus. Kali ini dia meluluhlantakkan sebagian Delta Irrawaddy di Myanmar dan Cyclone Nargis adalah biangnya. Amarah alam karena mungkin ada sesuatu yang tak beres. Mungkin tak banyak dari kita yang bertemu rekan warga Myanmar di James Cook University, namun duka mereka adalah duka kita, duka bangsa serumpun, duka umat manusia.

Duka Myanmar, duka PPIA JCU juga!

Mari kita mengumpulkan donasi sekecil apapun itu sehingga mereka bisa membagi senyum, kelak.

© PPIA-JCU

Sunday, April 20, 2008

Happy Birthday Presiden Baru 'Bung Eghy' plus Lintang-Mitha

Bila..
Bila Presidennya yang berultah..
dan kebetulan di awal kepengurusannya.. maka sekaliguslah membentuk jajaran kementerian selain Bendahara Annie Daryani dan Sekretaris Zainul Hidayah dan Antonius Ola, sbb:

Menteri Olahraga: Lintang Adi Pradana
Menteri Penerangan (Publikasi dan Informasi): Puji Prihatinningsih
Menteri Seni dan Budaya: Maulita Sari Hani
Menteri Urusan Umum dan Sosial: Yansen

Selamat..!!

Bila..
Bila Presiden PPI JCU yang berultah..
ternyata meriah sekali karena Mitha dan Lintang juga berultah 2 hari lalu
Eghy, Mitha dan Lintang pun masing2 memberikan sekapur sirih apa yang telah dicapai, target dan resolusi.

Bila..
Bila yang berultah 3 orang..
seru makanannya: pizza 2 lantai (ground floor ama top floor), rujak Mitha-Puji-Thessy (soalnya Mitha ngidam heheh..), martabak telor - Dian.

Happy Birthday Eghy, Lintang, Mitha..!!!
Zainul pun turut bahagia lantaran bisa menyanyikan lengkap 'Aku Kau dan Bekas Pacarmu' - Iwan Fals secara lengkap.. tak lagi berakhir dengan.. "tabir gelap.."

© PPIA-JCU

Saturday, April 19, 2008

Happy Birthday Lintang and Mitha

Diawali acara 'T-a-l-k Show' by Zainul, semalam birthday concert for Mitha (rencana awal untuk Lintang juga yang berultah di tanggal yang sama). Mitha yang tengah berbadan dua pun turut bernyanyi. Beberapa rekan tampil 'solo' seperti Gustaf dengan andalan Iwan Falsnya, Zainul dengan andalan 'serr' 'ach-ach' dan goyangnya serta Thesy dengan peragaan 'Atiek CB" lengkap dengan kacamata hitamnya. Concert lagu daerah pun kami jalani (ada Lita, Desni dan Dian), eittt jangan lupa gitaris kami masih Eghy, dari halaman 1 sampai terakhir (alias yang gak tahu di lewat saja). Penganan ultah jelas langsung ludes karena terpakai energy tuk tarik-tarik urat leher; ada pisang goreng Mba Yanti yansen, nasi goreng, fish n chips, kalamari, chocolate cake by Lita, sayur sop dan nasi dari tuan rumah, serta martabak telor by Dian. Mita pun menyisihkan pisang-pisang goreng buat bayi di rahimnya tapi kami gak tahu.. jadi di akhir acara Mitha pun sibuk mencari-cari pisang goreng mirip Dewi Nawangwulan mencari-cari selendang yang di curi Jaka Tarub..

Happy Birthday Mitha..
Happy Birthday Lintang.. (merayakannya dengan nyemplung di kolam Riverway bersama Zen)

© PPIA-JCU

Thursday, April 17, 2008

Indonesiaku di perhelatan Food n Faith Festival JCU 2008

penyanyi PPI JCU: Dian-Icha-Eghy-Mitha (tampil dalam sesi pertama)

Dian dengan tari piringnya

Anak bangsa yang tengah berada lama di bumi negeri lain terkadang terdorong tuk meningkatkan ke-Indonesia-an nya. Rasa patriotik menguat, rasa cinta tanah air makin mendalam bahkan sering identitas keragaman Instansi atau tempat kerja makin menonjol. Menariknya hal ini sering muncul dalam hal-hal yang sederhana saja. Menilik semalam latihan sebelum perhelatan, grup musik PPI JCU berdebat memilih lagu. Indahnya persaudaraan anak bangsa dari Sabang sampai Merauke ini menjadi sebuah challenge yang menarik. Dian yang berasal dari Cirebon namun sepanjang waktu kehidupan studi dan kerjanya di tatar Sunda, harus memperjuangkan lagu "Manuk Dadali" masuk ke dalam list lagu2 yang dinyanyikan. Awalnya sih cukup beralasan memilih lagu ini karena memiliki makna "Bhinneka Tunggal Ika" penjelmaan Burung Garuda nan gagah lambang negara sebagai "Manuk Dadali" serta yang penting ada kata "Indonesia" plus tone/nadanya paling tinggi di antara lagu2 lain sehingga cukup mungkin untuk membahanakan "Indonesia" ah sudahlah.. saya tak berkomentar panjang lagi karena sudah cukup banyak celoteh kocak seputar lagu ini semalam:

-- ya ampun masih mending lagu bahasa Inggris dah daripada lagu Sunda ini..
-- duh mesti belajar vokalisasi dulu nih.. apa nih "aa--iiii'---uuu--euuuu-eeee" (gubrak..!!)
-- asyiknya ya lagu Indonesia Timur terutama Ambon yang bahasa nya sudah cukup Indonesia
-- harus menghapal seminggu dulu nih.
-- Dian.. nyanyi sana ama Teh Farida ama Akang Memed atuh..
-- Eghy sih enak cuma main gitar.. lah kita yang mangap-mangap nyanyi belibet neh lidah..
-- kesimpulannya: nggaaaaaak maaaaaaaauuu lagu mu Diaaaaaaaaaannn..

akhirnya kethok palu pun diambil: Eghy menggitar, dan hanya Icha dan Dian aja yang banyanyi mengingat Putu Liza sudah cukup familiar juga dengan bahasa Sunda maklum do'i satu kuliahan satu angkatan ama Dian di IPB (Bogor West Java).

ingin tahu syairnya? :

MANUK DADALI
(we give credit to the author)

Mesat ngapung luhur jauh di awang awang
Meberkeun janjangna bangun taya karingrang
Kukuna ranggaos reujeung pamatukna ngeluk
Ngepak mega bari hiberna tarik nyuruwuk

Saha anu bisa nyusul kana tandangna
gadang jeung partentang taya bandingan nana
Dipikagimir dipikaserab ku sasama
Taya karempan ka sieun leber wawanenna

Manuk dadali manuk panggagahna
Perlambang sakti Indonesia jaya
Manuk dadali pang kakoncarana
Resep ngahiji rukun sakabehna

Hirup sauyunan tara pahirihiri
Silih pikanyaah teu inggis bela pati
Manuk dadali gadung siloka sinatria
Keur sakumna bangsa di nagara Indonesia


Perhelatan pun usai; lengkap menampilkan Indonesia, dari mulai ayam panggang Mbak Yuli-Erwin, nasi goreng Mba Yanti-Yasen (plus dekorasi khas Indonesia nya), penampilan tari piring (Dian Latifah)dan lagu daerah (Eghy gitaris, Mitha-Dian-Putu Liza) plus tari India Klasik by Putu Liza dan Duet Eghy-Icha menyanyikan'Don't Sleep Away by Daniel Sahuleka Ambon Manise.

Acara Food and Faith Festival ini diadakan tiap tahun oleh Chaplaincy JCU dan JCU Student Association. Acara ini sebagai ujud appresiasi dan upaya meningkatkan salingkepahaman antar multifaith di lingkungan kampus JCU sebagai konsekuensi memberikan lingkungan studi dan kehidupan kampus yang nyaman bagi International Students di JCU; mengingat mereka biasanya berasal dari berbagai negara dengan fondasi faith and culture yang kuat. Di perhelatan ini appresiasi dan upaya understanding antar Faith tersebut dikemas dalam ujud perhelatan yang menyajikan aneka ragam food dan culture sebagai atraction.

Berkeinginan mengusung satu lagu bahasa Inggris dan kebetulan penyanyinya Daniel Sahuleka (Ambon manise Indonesian) berdentinglah gitar mengalunkan lagu.. "Don't Sleep Away" .. 'problemnya adalah..' (Gustaf, 2007).. Gustaf pun did not sleep away yet waiting her wife at Wandella enjoying the song but merepotkan Gustaf berburu syair lagu ini sekaligus menelponkannya pada Putu Liza.. "aduh.. kalimat nya romantis gini tak dibacakannya dengan romantis oleh Gustaf.." (Putu Liza, 2008).

dilaporkan oleh: Dian Latifah

© PPIA-JCU

Friday, April 11, 2008

Meeting kecil di Rococo JCU: Promo JCU

The meeting was on Wednesday 9 March 2008. We're invited by Lisa Cowan (Associate Director International Meeting JCU: International and Development) and Alex Salvador (AusAID Liaison Officer who will represent JCU to undertake a Road Show in 5 big cities in Indonesia: Jakarta-Bandung-Yogyakarta-Semarang-Denpasar) to talk about promoting JCU in Indonesia.

Here is some of Lisa's impression:
http://jcuvicechancellor.blogspot.com/2008/01/beginning.html

Wed, 09 Apr 2008 21:18:14 +1000 1 of 1


This is great.

It was really nice to meet all of you today to discuss your personal
experiences at JCU and how you feel we can attract more Indonesian
students to study in Townsville and Cairns.

I look forward to working with you in future and please let myself or
Alex know if there is anything we can do in future to help support you.


Best regards,

Lisa

© PPIA-JCU

Saturday, April 05, 2008

Fun Day at Arcadia Bay Maggie Island

Ide awal fun day ini adalah mempererat persaudaraan di antara anggota PPI JCU dan mengambil moment yang bertepatan dengan 'estafet' kepengurusan lama (Dian) kepada yang baru (Egy). Sehingga dapat pula dikatakan melepas lelah bagi kepengurusan lama untuk memperoleh kesegaran kembali dalam perjalanan PPI JCU berikutnya. Meski tak semua hadir karena assignment dan komitmen lain, namun acara ini tak kehilangan 'gereget' karena tetap ramai mengingat diikuti anggota keluarga serta satu dua simpatisan/partisipan dari residen. Tak kehilangan 'gereget' karena Bung G (Gustaf) yang berupaya keras meng-organise games sebagai upaya 'mediasi' mempererat tali persaudaraan. Tak kehilangan 'gereget' karena dihadiri Tante Nel 'penghuni' Maggie Island dengan promosi 'restoran Indonesia dan Friday Night Marketnya' beserta keluarga. Tak kehilangan 'gereget' karena donasi hadiah games dari Mba Arla-Brian dalam rangka syukuran restoran baru-nya juga. Banyak kata yang diulang ya.. maaf.. berikut laporan pandangan mata games-nya.

Yang menarik adalah, Juara Umum I dan Pemenang II diperoleh dari 'rebutan' tebak lagu (ketimbang 's-u-i-t' kurang mantap) pada akhir acara karena keduanya memperoleh total skor yang sama, sehingga kedua grup mengutus perwakilan Zen (Group 2) dan Lita (group 3) untuk kembali memperebutkan 1 point penentu Juara Umum.

klik pada gambar untuk memperbesar

Juara Umum I : Group 3: Luke-Lita-Hisyam-Afif-Nadine (plus Tante Nel saat Game IV dan V)
Game I Tebak Lagu meraih Juara I, well done..!! tak kalah kan dibanding para senior yang nebak lagu anak dengan lagu nasional (hiks siapa ya..)
Game II Dancing meraih Juara I karena Lita memang koreografer-nya PPI JCU
Game III Sand-Castle Building Juara II (kerjasama Lita dengan para bocah cilik anggota memberikan point berarti)
Game IV Melewati Ranjau meraih juara II saat Lita dipandu Tante Nel dengan teriakan 'langkah panjaaaaaaaaaaaaaangggg'
Game V Tebak panjang tali meraih juara III.. jemari Lita sang penari emang top.. apalagi disupport Tante Nel

klik pada gambar untuk memperbesar

Pemenang II : Group 2 : Yansen, Yanti, Fadhil, Zainul
Game I tebak lagu meraih juara II dikenang dengan kocak tebak nya Zen saat Eghy pemusik memainkan musik 'Balonku ada 5' namun dinyanyikan lantang Zen dengan 'Garuda Pancasila'
serta Yansen yang gagal menebak lagu "Halo-halo Bandung'" (Icha tak menjadi saksi sejarah lantaran late sleep last night so beliau tiduran di bench taman tak bergeming.. namun Icha menyaksikan sejarah lain Zen di tepi bentangan pantai menakjubkan Arcadia Bay). Baru kali ini Dian menyadari ternyata cuman tebak lagu yang simpel aja bisa bikin kocak saat lagu anak ditebak lagu nasional.. ah ah Zen.. Zen..
Game II Dancing Zen menyerah kalah dari Penari top Tante Nel dan Lita sehingga meraih hanya Juara III saja.
Game III Sand-Castle Building Group 2 mengesankan Dewan Juri dari proses kerja keras mengokohkan bangunan 'Stupa Candi Borobudur' sehingga menempatkan nya pada Juara III dengan hanya 1 point saja berbeda dari Juara ke II
Game IV Melewati Ranjau meraih juara I dengan perwakilan Zen peranjau dan Mba Yanti sang Komando.
Game V tebak panjang tali menempatkan grup ini di Juara I dengan penjari Mba Yanti dan penghitung Zainul.

klik pada gambar untuk memperbesar

Pemenang III: Group 2 : Mas Erwin, Mba Yuli, Hanif, Lintang (plus Tante Nel saat Games Dancing dan membangun Sand-Castle)

Game I Tebak Lagu menduduki Juara II dengan pengetahuan lagu yang mengejutkan dari Mas Erwin dan Mba Yuli

Game II Dancing mengutus perwakilan Tante Nel merebut juara II dengan goyangannya yang aduhai tak kalah dari Lita Sang Koreografer Tari.
Game III Sand-Castle Building mengukuhkan Group ini melenggang dengan juara I atas keberhasilan menghadirkan 'Candi Borobudur' di Magnetic Island dengan bentuk utuh 'Zoomed out' dan stupa yang 'zoomed in' sehingga tampak mirip dan menghadirkan spirit suasana serta nuansa Candi Borobudur di tanah air di Magnetic Island.
Game IV melewati Ranjau menempatkan Group ini di tempat ke-3 saat Lintang akhirnya menyadari nasibnya menjadi penginjak-injak ranjau (sakti kali kau ini Lintang..!!)
Game V menebak ukuran tali meraih gelar juara II dengan Lintang sang penghitung dan Mba
Yuli penjengkal-jengkal tali.

Selamat buat sang juara.. semoga kita semuanya menjadi sang juara-juara hati juga.. aamiin..

Terimakasih atas kerja keras Panitia dan Juri (mohon maaf atas keterbatasan dan kekurangan) sejak hari-hari sebelumnya saat persiapan dan hari-H.


klik pada gambar untuk memperbesar

terimakasih atas teman-teman yang sudah meluangkan waktu untuk berpartisipasi meski di tengah kesibukan.

Terimakasih Tante Nel and Family atas your generousity dan rendang lezatnya sehingga kami feeling Townsville di Maggie Island (aduh jangan mulai membandingkan Townsville dan Maggie Island yang 'kaya' masakan Indonesia yaaa)
tante Nel dan Via

Terimakasih Mba Arla-Brian atas sponsor hadiahnya serta Dian, Thesy dan Nadine yang udah belanja hadiah dan menyiapkannya

klik pada gambar untuk memperbesar

Terimakasih Mba Yuli-Erwin atas masakan utamanya serta Mba Yanti-Yansen atas sambal dan masakannya.. Zen, Tony dan Thesy Gustaf atas sumbangan nasinya serta Putu Liza dengan curry pie nya.

klik pada gambar untuk memperbesar

Penggagas dan perancang games: Gustaf
Tim Juri : Dian, Gustaf, Eghy, Icha, Mr John
Pemetik gitar: Mas Erwin dan Eghy (Erdy.. you are still truly wanted..!)
Sampai Jumpa di Fun Day berikutnya.. !!

more photos


dilaporkan oleh : Dian Latifah.. yang tak tahan menuliskan berita dan ceritanya di blog ini terkesan atas kerja keras dan partisipasi dengan hati dari rekan-rekan


photo courtesy: lita

© PPIA-JCU

Saturday, March 15, 2008

Ucapan terimakasih dan maaf dari mantan Ketua PPIA JCU 15 bulan: Dian Latifah

Rekan-rekan PPIA JCU terkasih.. akhirnya masa kerja kepengurusan PPIA JCU yang saya (Dian Latifah) nakhodai selama 15 bulan dimulai dari 14 Desember 2006 berakhir pada Annual Gathering Meeting 14 Maret 2008. Selamat atas terpilihnya Rekan Sdr Yansen sebagai Presiden PPIA JCU yang baru beserta jajaran baru kepengurusannya yang akan segera dibentuk. Selamat berkarya nyata yang lebih baik dari kepengurusan terdahulu.

Maaf adalah kata pertama yang harus saya sampaikan. Maaf untuk kesalahan dan kekurangan di masa pembelajaran berorganisasi, pembelajaran saling menghargai, pembelajaran saling menghormati, pembelajaran menghargai perbedaan, pembelajaran kebebasan berkarya dan saling mengisi dari keterbatasan daya dan resources yang kita miliki untuk mencapai prestasi kerja, serta maaf untuk kesalahan di masa pembelajaran meminta maaf dan menerima maaf..

Terimakasih adalah kata yang harus saya sampaikan sebagai penghargaan saya setinggi-tingginya pada semangat dan kerjasama baik pengurus dan anggota untuk kegiatan PPIA yang sering harus berbagi waktu, cinta dan perhatian dengan keluarga, studi, riset dan kerja.

Terimakasih adalah kata yang harus saya nyatakan atas apa dan bagaimana sesuatu dimulai dan dibangun. Terimakasih atas kesempatan dan pengalaman yang saya peroleh dari kepengurusan terdahulu dan para pendahulu. Keberhasilan yang dicapai di masa kini tak terlepas dari jejak dan tapak yang diletakkan dan dibangun oleh para pendahulu. Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya, meski saya bukan yang terbaik yang seharusnya terpilih (Pak Parjiono dan Gustaf Mamangkey, you are the best..). Terimakasih buat Desni, Gustaf, Pak Piter Lepong, Aryadi dan Yuli yang mendukung langkah pertama kepengurusan saya, di saat banyaknya rekan PPIA yang menyelesaikan studi dan masih berada di tanah air.

Terimakasih adalah kata yang tulus saya ungkapkan atas apa dan bagaimana sesuatu dijalani. Untuk seluruh anggota dan pengurus terimakasih dan terimakasih atas kerja keras, dedikasi, dukungan, semangat dan pengorbanan untuk prestasi kerja dan karya yang telah kita capai. Prestasi kita adalah warna kita; dan warna itu adalah satu warna yang berhasil kita petik dari warna-warna pelangi di langit yang tinggi; dan warna itu adalah warna yang paling sesuai untuk kita; untuk kemampuan, waktu dan sumberdaya yang kita miliki. Terimakasih.

Terimakasih atas kekompakannya ya..!! I will miss :

(1) pernah di satu rapat, acara pertama adalah masak gorengan dan bubur kacang ijo.. kita kompak makan alias tempat rapat jadi pindah ke dapur.. pas rapat malah ngantuk hehehe.. thanks buat yang masakin.. Puji.. Farida..

(2) setiap rapat pengurus selalu seru.. coz kebanyakan perempuan, yang merasa cowok jadi pusat perhatian bahkan salah satu pria memanjangkan rambutnya.. ketambahan Lintang.. apalagi..

(3) temen2 semua dedicative.. ‘kualitas kerja’ yang utama bukan ‘visualitas’

(4) Bendahara yang bukan main passionate mengemban tugasnya.. pokoke PPIA nggak kekurangan dana deh selama ada Desni.. hihi..

Akhirnya selama 15 bulan perjalanan kita mohon kita semua saling memaafkan ya..

Terimakasih atas segala bentuk support dan perhatian kepada PPIA JCU dari PPIA Queensland dan PPI Australia.





Notes: biz pensiun dari Ketua PPIA rencana awalnya sih mo buka warung kopi dan pisang bakar JSN (Jembatan Siti Nurbaya) di 2/18 Wandella yang udah biasa jadi tempat ngumpul dan rapat PPIA alias udah ada calon pelanggan, tapi sayangnya Wandella tidak bisa dihuni lagi, ya sudah lah back to basic aja jadi ibu rumah tangga aja dah.. :)



© PPIA-JCU

Saturday, March 08, 2008

Thuringowa home sweet home Thuringowa

Bagi sebagian besar pelajar Indonesia di JCU Townsville, yang kebanyakan tinggal di suburbs strategis Cranbrook-Aitkenvale, Twin Cities alias Townsville-Thuringowa begitu melekat dalam keseharian. What does Thuringowa means for most of us ? Thuringowa adalah tempat asyik, lebih nyaman dan hijau dibandingkan Townsville, Thuringowa adalah tempat hanging out bersama keluarga dan teman sebagai alternatif dari The Strand, CBD dan Stockland, tempat nonton movie yang lebih keren dan modern dibandingkan cinema-nya CBD, tempat renang yang hijau dan segar dibandingkan panasnya Rock Pool di The Strand, tempat belanja Sunday Market yang lebih besar dibandingkan Cotter Market CBD dan.. Thuringowa adalah The Magnificent Magnetic Island.. The beautiful Pallarenda beach.. dan the green-misty Paluma range and rainforests. We also have been proud to have this great place for our several annual Independence Day and Indonesia Festival celebrations.. what amazing places to enjoy and remember.. tak heran jika Mayor Les Tyrell mengatakan dalam speech farewell Thuringowa menjelang detik-detik farewell sekitar 9 pm tonight: "amalgamation to Townsville is like coming home.."
Kemudian kami disajikan slide show dalam a big screen presentation: Thuringowa past-present.
Menampilkan perbandingan wajah Thuringowa yang established sejak 1879 dengan achievement pembangunannya yang nyata dan pesat setelah menjadi kota mandiri terlepas dari Townsville pada 1 January 1986. Catatan panjang dinamika pembangunannya mencatatkan Thuringowa City menjadi 'one of the fastest growing cities in Queensland'. Hari ini, well malam ini, berdasarkan kebijakan Queensland State resmi bergabung kembali dengan Townsville.. ini lah last second moment-nya:

Rekan-rekan PPIA JCU menyempatkan diri mengucapkan terimakasih pada Mayor Cr. Les Tyrell (Ki-ka: Egy= new student, Lita=Sekretaris Internal PPIA, Cr. Les Tyrell=Mayor Thuringowa, Icha=Sekretaris Eksternal PPIA, Dian=Presiden PPIA, Desni=Bendahara PPIA, Lintang=Divisi Sport PPIA. Bagian depan: Nadine=anak tukang foto)

Duo Mayor Les Tyrell (Thuringowa City) dan Mayor Tony Mooney (Townsville City)
Arti penting Thuringowa bagi kami adalah.. merayakan Indonesia.. since this palce has been our location to celebrate Independence Day and Indonesia Festival several times.. (L-R= Annie Daryani-Lita-Icha-Annie Christiani tampil manggung di moment: Spirits of a City 'Thuringowa' celebration

farewell speech dari Mayor Les Tyrell

fireworks show tepat dari atas Stadium Tony-Ireland sehingga dinikmati langsung di atas field lokasi main stage.. wuuuiiihhh serasa tebaran dan taburan meteor tepat di atas kepala

puncak fireworks: one shot firework immediately followed by this each letters: f-a-r-e-w-e-l-l-t-h-u-r-i-n-g-o-w-a


more spirits of moments

© PPIA-JCU

ditulis oleh: Dian photos by: Dian, Gustaf, Icha

Tuesday, February 05, 2008

Welcome Back Yansen


Tak berselang lama dari kedatangan Bung Egy, Yansen kembali disambut gembira oleh warga Townsville mengingat kedatangannya langsung bersama keluarga yang menambah keramaian Townsville dan hanya 1 setahun saja sejak farewell Yansen November 2006 lalu. Kali ini di kediaman Pak Parjiono, kami pun saling berkenalan, makan malam, melepas rindu bagi yang sudah kenal keluarga ini sebelumnya serta mengobrol hingga menghabiskan pizza dan anggur (yang menghabiskan anggur siapa ya?? hehe..)

Yansen akan menjalani S3 nya mengenai Regeneration and recruitment patterns of several tropical tree species following fire disturbances.. good luck with your study.. semoga banyak lagi yang mengikuti jejak Yansen kembali ke JCU.. siapa lagi?

© PPIA-JCU

Tuesday, January 22, 2008

Selamat datang Egy


Jangan dikira nama Egy itu cuman segitu? Namanya ternyata cukup panjang "Agapery Pattisarany" namun disingkat Egy saja. Walau sempat terjadi polemik siapa dibalik sosok Egy, namun semalam Egy menunjukkan siapa dia sebenarnya. Lewat perkenalan singkat, terkuaklah bahwa si pemilik nama itu berasal dari Maluku. Tempat kerjanya saat ini adalah Universitas Pattimura Ambon. "Aku sekarang mengajar di Fakultas Perikanan, Unpati", begitu awal perkenalannya. Seorang bapak dari dua orang anak ini ternyata mampu menghipnotis sebagian students dengan permainan gitarnya. Ternyata kemampuan main musiknyapun bukan hanya gitar melainkan juga keyboard. Wow, tanpa sungkan sang Presiden langsung menawarkan keyboard PPIA di bawah asuhan Egy. Malam akhirnya berakhir dengan beberapa lagu cinta yang dinyanyikan bersama. Ya... setelah semuanya juga puas dengan makan malam bersama yang waaahhh....

© PPIA-JCU

Tuesday, January 01, 2008

Townsville's New Year Eve - 2008

Kediaman Dorce-Morris kali ini menjadi tempat ria bercengkerama kami, puncaknya berbaur dengan masyarakat Townsville lainnya di The Strand.. fireworks di atas langitnya.. bauran manusia dengan harapan baru di atas pasir pantainya.. angin tropisnya.. New Year's Eve The Strand yang begitu khas.. Gemerlap fireworks menjadi begitu berjiwa di tangan PPIAer Gustaf.. simak hasil karya fotografi Gustaf.

Tidak semua pelajar bergabung dalam keceriaan, keluarga Parjiono harus berada di Emergency Townsville Hospital untuk putrinya Prigelle dan Dian harus menemani sang kakak - Auliah.. semoga cepat sembuh ya Itchell..

Selamat Tahun Baru 2008.. Semoga menjadi tahun penuh berkah 'tuk kita semua dan seluruh keluarga..

Enjoy our photos here.

© PPIA-JCU

Sunday, December 30, 2007

Townsville Christmas News-Stable on the Strand

Stable on the Strand adalah kegiatan tahunan di kota Townsville yang biasanya dilaksanakan selama 4 hari. Tahun ini, kegiatan keagamaan dan kultural ini diadakan pada tanggal 19 sampai 23 Desember. Suguhan khusus tahun ini, disamping menyajikan riwayat kelahiran Yesus Kristus, juga menampilkan kegiatan budaya dari berbagai negara dan pertunjukan musik beberapa penyanyi ternama.

Photos: PPIA Album

© PPIA-JCU

Saturday, December 22, 2007

Idul Adha celebration 2007



bagi Dian dan Angel (undangan student) sungguh suatu kebahagiaan tersendiri bisa berkumpul dengan keluarga-keluarga.. kel Pak Jon, Kel Memed-Farida, Kel Halmar, Kel. Erwin-Yuli, dan Kel. Budi-Leni. Dan.. hmm masakannya..


Kami merayakannya hari Rabu tgl 19 Desember lalu. Pagi (well.. udah panas di sini) pukul 06.30 am berkumpul di mesjid, berbaur dengan moslems dari berbagai bangsa, sholatnya dimulai pukul 7 am. Hari raya dengan makna 'berkurban' selalu membawa kesyahduan. Spirit yang begitu indah manakala diamalkan dalam keseharian. Beberapa keluarga muslim dikomandai keluarga Erwin Imam Santoso memasak dan menyajikan berbagai masakan khas lebaran di rumahnya menambah kekenyangan seusai menikmati sajian penganan pagi di mesjid tadi. Namun sajian makanan Indonesia ketupat soto daging dan kawan-kawan tentunya berbeda makna dan rasanya. Senja di Rock Pool Strand memberikan warna tersendiri pula, di sini kami menyantap barbeque bersama moslems mesjid. Bagi keluarga Halmar Halide lebaran kali ini tentunya meninggalkan kesan tersendiri karena tgl 15 Januari nanti akan kembali ke tanah air.



© PPIA-JCU

Thursday, December 13, 2007

Desni berul(T)ah

Angel-Dian-Desni-Tessy




Kegesitan dan kebaikan Tessy Gustaf telah menyulap sebuah malam di Deschamp St menjadi a simple-meaningful birthday party untuk Desniwaty.. Kurang 1.5 jam saja dari hari-H ultahnya 13 Dec, acara ucapan selamat, mendoakan, jeprat-jeprit, buka kado pun berlangsung. Istimewanya lagi, tepat di Hari-H ultahnya, Desniwaty akan meninggalkan Townsville menuju Brisbane dan akhirnya kepada 'Cinta'-nya di tanah air.. We hope in-depth Desni bisa ber-happy-happy di Brisbane dan Goldcoast serta sukses untuk urusan riset nya di tanah air dan urusan lain-lainnya yang indah-indah.. 'met jalan.. safe trip yaa.. happy birthday..!!

more photos: PPIA-JCU Photo Album.




© PPIA-JCU

Sunday, December 09, 2007

Great Birthday Party - Gustaf & Nadine

Nadine asyik bersama kadonya (mirip Papa-nya ya..)

'Potong Kue" Nadine bersama Mama dan teman-teman

Gustaf dan Pak Parjiono


Sosok 'pembuat' berita di blog PPIA hari ini menjadi 'bahan berita' satu hari di The Strand. Gustaf merayakan hari ulangtahunnya besar-besaran.. besar maknanya karena 'nyaris' berbarengan dengan ratu ciliknya 'Nadine'; besar pula maknanya karena bertepatan pula dengan Christmas Carol yang dirayakan penduduk Townsville yang dipusatkan di spot tak jauh dari tempat Birthday party Gustaf & Nadine. Untuk acara besar ini Mamangkey-Legi family menggaet kru kamerawati manis 'Angel' (semanis Puding buatannya) dan videowati cute 'Desni'. Bagi Nadine, ini adalah pesta keduanya setelah merayakan bersama teman-teman sekolahnya pada hari-H ultahnya 5 Dec lalu dan hari ini adalah pesta kedua-nya tuk merayakan dengan Papa-nya yang berultah 7 Dec. Mamangkey-Legi family juga berbagi kebahagiaan dengan Silvy-Gavin family dengan farewell party mereka untuk ayahanda-ibunda tercinta.

More photos: Album Gustaf, Album Dian

© PPIA-JCU

Sunday, November 25, 2007

Christmas Parade 2007

Christmas Parade menjadi event akbar tahunan yang dinanti warga Townsville. Biasanya diadakan oleh Shopping Mall besar. Berbagai unsur masyarakat dan pemerintah kota ditampilkan oleh tim representatif nya di ajang ini. Diawali dengan sang Black Cockatoo.. Chinese Dragon.. hingga fire brigade dengan horn nyaringnya.. tim Taekwondo.. tim ensemble.. Santa's Angels yang membagi-bagikan lollies (hmmm kali ini Our Candygirls are: Angel ANGEL dan Angel PUJI).. Desni, Keluarga Mamangkey dan Mbak Wigit pun menyemarakkan Parade ini.. and.. Welcome Santa.. Diakhiri dengan antrean untuk workshops bersama Santa di Willows Shopping Center.

photos plikk klik here

more amazing photos:
http://gustaf.multiply.com/photos/album/40
http://nichlen.multiply.com/photos/album/2

© PPIA-JCU