Showing posts with label Gathering PPIA. Show all posts
Showing posts with label Gathering PPIA. Show all posts

Saturday, July 07, 2012

An Indonesian Gathering in the Riverway Park

Pada hari Sabtu, 7 Juli 2012, Townsville berangin dan masih sejuk di tengah musim dingin. Setelah beberapa saat tidak piknik bersama, PPIA JCU mengundang WNI permanent resident (PR) yang tinggal di Townsville untuk berkumpul dan menikmati BBQ di Riverway park. Di taman yang terletak di pinggir sungai ini, anggota PPIA JCU dan PR berkenalan berbagi makanan yang sudah dibawa masing-masing. Dikoordinir oleh Indra Bayu, hampir semua anggota PPIA JCU dan pasangannya, juga lebih dari 5 keluarga PR yang tinggal di Townsville hadir di acara ini. Tentu saja kesempatan ini adalah kesempatan emas bagi semua yang hadir untuk melepas kangen mencicipi masakan khas Indonesia. Menu yang disajikan antara lain: jagung rebus, bihun goreng, mie goreng pedas, crepes coklat dan strawberry, dan tidak ketinggalan steak sapi andalan yang dipanggang di alat BBQ yang tersedia di sepanjang sungai. Yummy! (DAT)

© PPIA-JCU

Tuesday, July 05, 2011

Retreat PPIA: Crystal Creek dan Castle Hill


Pada hari Minggu tanggal 26 Juni 2011 lalu keluarga besar Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) James Cook University melakukan piknik bersama di seputaran objek wisata yang ada di Townsville dan sekitarnya. Jam 8.00 pagi (sesuai amanat Menpora) semuanya telah berkumpul di base Borral Street. Tak lama kemudian dua mobil “automatik” dikemudikan mas Imron dan Menpora, Jimmy Wanma, merapat untuk mengangkut penumpang yang sudah tidak sabar segera menikmati alam pengunungan Townsville.


Wednesday, February 27, 2008

Terbalas sudah


Foto saat gathering di Cranbrook Park. Inzet: Yansen dan Egy

Walau di minggu tanggal 17 Februari tak teredengar gedebuk bola voli di smes oleh pemain utusan Bengkulu (Yansen), namun seminggu sesudahnya Yansen membayar kesempatan yang hilang di minggu sebelumnya. Bersama dengan beberapa pemain internasional (International All Stars), dia berhasil melibas klub lokal dengan berbagai variasi smesnya yang dahsyat. "Aku bermain sebenarnya bukan untuk membalas sakit hati tak bisa main akibat hujan di minggu sebelumnya", begitu kilah Yansen. Lantas apa? Tak ada jawaban sampai pada sebuah wawancara eksklusif dengan istrinya. Istri Yansen berhasil menguak rahasia kebringasan suaminya di lapangan bola voli. "Sebenarnya bukan masalah dendam dengan waktu, mas", begitu kata istri Yansen saat memulai percakapan. "Tapi, suamiku membalas dendam dengan diri sendiri". Lho, maksudnya? "Begini mas, saat ini suamiku sempat naik sepuluh kilo sejak kepulangannya ke Indo kemaren, jadi sekarang dia ingin membakar semua lemak yang masih tersisa", beber istri Yansen lebih mendetail.

Begitulah sekelumit cerita dari Yansen yang saat ini melanjutkan studi ke level PhD setelah menyelesaikan Masternya dari James Cook University, lebih setahun yang lalu. Yansen bersama Egy (yang mendalami studi budidaya organisme laut) datang ke Townsville sebulan yang lalu. Saat ini adalah awal semester bagi keduanya. Mereka berdua menyemarakkan lapangan voli Cranbrook Park di setiap minggu. Setelah dientertain dengan permainan apik mereka, Egy melanjutkannya dengan petikan gitar di saat turun minum.

© PPIA-JCU

Monday, July 16, 2007

Sherriff Park

Tempatnya terdengar menyeramkan bila get together diadakan pada zaman Wild West dulu, karena pasti takkan jauh dari yang namanya penjara dan kekerasan karena biasanya jail berada di dalam kantor sang Sheriff. Namun Sherriff Park, Ross River-Townsville agaknya terlalu jauh dari kesan seram (kecuali malam kali' ya?). Sabtu, 14 Juli lalu PPIA-JCU memrakarsai pertemuan rutin dengan warga Indonesia yang berada di Townsville dan sekitarnya. Namun, warga yang datang malah ada yang berasal dari Ingham (107 kms North of Townsville) dan bahkan warga negara tetangga, Malaysia.

Pertemuan ini bukan sekedar rutinitas belaka karena di dalamnya ada keceriaan plus tangis yang tertahan. Ceria karena warga Townsville-Thurringowa kedatangan beberapa warga baru, di sana ada Puji dan Zen (yang gak sempat berkenalan pada pertemuan sebelumnya, Tony dari Universitas Nusa Cendana Kupang, Vivi sang dokter yang baru bertugas di Townsville Hospital, saudaranya pak Erwin, dan sepasang kekasih baru yang tinggal di Ingham. Tak lama, keceriaan berubah karena ada kata perpisahan dari beberapa teman yang selesai studi; di sana ada Pak Jack, Keluarga Aryadi dan Keluarga Pieter Lepong. Selamat jalan guys!

http://ppiajcu.multiply.com/(klik for more....)

© PPIA-JCU

Thursday, March 29, 2007

Gathering 24 Maret 2007



mba Etha (kiri) siap beraksi menggalang pemain volley kembali.. sampe lupa poco-poco hehe..
CERITA SERU: tampak di tengah meja sebuah jug berisi semacam minuman, hitam kelam, tak ada yang melirik.. begitu mau pulang dan acara berakhir haaaaaa.. CINGCAU!! serbuuuuuuuuuu.. eitt utamakan ibu hamil hehe..



riuh... segala makanan ditawarkan penjaja.. gudeg-gudeg.. karedok Bu.. nasi goreng ala Mbak Ita..
bihun goreng Mpok Rife dan Mpok Dian

Lama sekale menanti musim cyclone, flooding dan hujan berlalu.. akhirnya warga Indonesia di Townsville, Collinsville (Mba Dewi dan keluarga) dan Ayr (Mba Purwani dan keluarga) berkumpul di Water Park, Strand.. makanan Indonesia dan aneka makanan lainnya pun "berkumpul", saat-saat yang paling dinanti di setiap acara gathering.. "makan"

Acara dibuka dengan perkenalan para wajah-wajah baru: Lita, Farida, Mita, Angel, Lintang dan Mbak Wigit. Cerita pun mengalir diantara jeda melahap penganan.. diantaranya banjir di Ayr dan Collinsville musim cyclone lalu.. Sedangkan Mba Etha beraksi menggalang para pemain volley kembali.. esoknya, volley rame kembali.. sukses!!

© PPIA-JCU

Tuesday, January 02, 2007

detik-detik akhir tahun 2006 (5)






Sang Juara Kategori anak-anak
Minggu malam, 31 Desember 2006

malam bertabur bintang.. malam bertabur hadiah.. malam bertabur para JUARA...!!!

© PPIA-JCU

detik-detik akhir tahun 2006 (4)






Minggu malam, 31 Desember 2006

Lomba-lomba pun digelar.. sambil menunggu detik-detik akhir taun 2006..
hmmmmm.. jika para ibu dan bapak bertanding.. tak jelas apakah 'berlomba', 'bertarung' atau 'ber-atraksi akrobatik'

© PPIA-JCU

detik-detik akhir tahun 2006 (3)




Minggu malam, 31 Desember 2006

Acara ngumpul tahun baruan diawali dengan kumpul-kumpul Christmas dan Idul Adha untuk dinner bersama, menu utamanya sate, sumbangan students masakan Soto, sumbangan residents lebih bervariasi lagi. Acara makan-makan cukup serius karena masing-masing mengisi "bensin" untuk acara games sesudahnya.

© PPIA-JCU

Monday, January 01, 2007

detik-detik akhir tahun 2006 (2)

Sesampainya di rumahnya Bryan dan mbak Arla, orang berkumpul di dalam rumah. Wajah kedinginan dan kekuatiran nampak namun dengan segera lebur dengan canda. Semuanya memiliki bahan cerita untuk dibagi. Apalagi para wanita. Kata Bryan, "my father said let the women talk and evereything's gonna be all right!" Para lelaki menyebar di mana-mana, membuat kelompok kecil. Namun kebanyakan dari para bapak mengawasi anak-anaknya.

© PPIA-JCU

detik-detik akhir tahun 2006 (1)

Hujan mengguyur Townsville. Sangat lebat! Dengan hati-hati para undangan mengendarai kendaraan menuju ke arah Belgian Gardens. Orang-orang di jalan lari bersembunyi. Menyisakan kekuatiran, akankah acara nanti malam meriah?

© PPIA-JCU

Sunday, April 16, 2006

get together

Hari ini Minggu 16 April 2006 student dan warga Indonesia bertemu. Bertemu dalam rangka kangen plus mumpung liburan Easter yang panjang. Saat bertemu, makan-makanpun turut serta. Karena bervariasinya ragam budaya warga sehingga beragam pula makanan yang disajikan. Anehnya lidah ini tak pernah menolak untuk mencicipi bahkan menghabisinya.

Di sana, di Cranbrook Park tim Indonesia kalah lagi, setelah sekian lama menderita kekalahan atas ketangguhan tim gabungan manca negara di arena pertandingan voli. Akhirnya untuk merasakan kemenangan maka tim pun dibaur sehingga pertandingan menjadi pertarungan antara Tim internasional A dan B. Alhasil, kemenanganpun diraih. Sementara di meja pimpong terjadi pertarungan di dalam tubuh tim Indonesia. Wajar saja karena negara lain tak mengutus pemainnya, atau takutkah mereka? Tak heran saat final, selalu saja “all Indonesian final”.

Di tempat lain mereka yang belum kebagian main menggunakan waktu sepuas-puasnya menyantap makanan. “Kan makan adalah bagian dari agenda kumpul-kumpul?” Kata seorang student yang tak mau disebutkan namanya... (kayak diinterview polisi saja ya?). Yang namanya kumpul-kumpul, pastilah ada celotehan dari mereka yang pingin ngobrol saja dan teriakan anak-anak di arena permainan. Sementara di bagian lain irama gitarpun berkumandang yang mengiringi nyanyi bersama, namun kadang-kadang hanya suara gitar saja yang terdengar... maklum para penyanyi sudah memasuki lapangan voli, meninggalkan pemain gitar sendirian.

Foto get together lainnya