Wednesday, January 06, 2016

Cari kerja saat liburan kuliah, susah susah gampang….

© PPIA-JCU

Create by: Ahmad Bastomi


Ngomongin masalah ngisi kegiatan saat liburan, bisa jadi yang kepikiran itu jalan jalan, pulang kampung, atau cari kerja. Soalnya liburan nya lama bingitz, bisa sampai 3 bulan lebih… Garing kalua diam di kos.. hehe. Nah, kalau saya suka jalan jalan sambil cari kerja. Jalan jalan mumpung masih di Australia, dan cari kerja karena lumayan bisa buat nabung. Soalnya gaji kerja se-jam disini sama kayak gaji sehari/seminggu. Lumayan kan…. J
Anyway, cari kerja saat liburan kuliah itu susah susah gampang lho. Jurus paling jitu ya googling. Nah, kalo pingin info kerja yang selalu up-date bisa buka “gumtree.com”. Tinggal cari aja pingin kerja dimana dan mau kerja apa. Banyak saingan nya sih, tapi lumayan, info lowongan kerja nya up-to-date. Harus siap siap tiap menit buka gumtree deh… ;-)
Nah, waktu saya keliling cari kerja kemarin, terutama yang kerja di farm kayak mango farm atau banana farm, yang meng-iklan-kan kerja online itu kebanyakan bukan petaninya, tapi manager dari hostel atau backpacker akomodasi. Berhubung perkebunan itu rata rata di daerah pedalaman, dan di daerah daerah itu biasa nya ada hostel/backpacker akomodasi, semacam asrama gitu lah yang sekamar isi 4 orang atau lebih, jadi hostel hostel itu juga pingin cari penghuni akomodasinya. So, mereka biasanya menjadi perantara kita mendapatkan kerja di farm, dengan syarat kita musti tinggal di akomodasi mereka, Begitu…..
Ada backpacker yang minta kita datang dan menginap dulu beberapa saat, nanti dicarikan kerja. Tapi ternyata banyak yang datang dan kerjaan gak ada meskipun sudah menunggu beberapa hari tinggal disana. Atau ada kerjaan, tapi berhubung banyak orang jadi ngatur siapa kerja hari ini, dan siapa kerja besok. Lumayan ribet, dan gak setiap hari kerja. Itu backpacker pertama. Terus ada juga backpacker yang sudah kontak “Si Pak Tani” nya jauh jauh hari mau mulai kerja kapan dan butuh berapa pegawai. Nah yang ini nih yang lumayan bisa dipercaya. Soalnya mereka bakalan cari penghuni kos nya sesuai dengan jumlah pegawai yang diminta “Pak Tani” yang tadi itu. Jadi, kalo cari kerja online, apalagi kerja farm, musti dipastikan dulu siapa yang mengiklankan dan sudah pasti dapat kerjaan apa belum.
Ngomong-ngomong masalah tinggal di backpacker akomodasi, ini juga ada enak gak enak nya Gan… Soalnya kebanyakan backpacker bakalan share kamar mandi, share dapur, share kamar dengan buanyak orang. Well, sebenernya gak papa sih, emang itu buat umum, asal gak share Kasur aja kali ya…. LoL.... Terus ada backpacker yang mixed gender, dan ada juga yang male/female dormitory yang terpisah. Biaya tinggal rata rata backpacker itu $25/malam nya, sudah include fasilitas internet sama free coffee & tea. Enaknya tinggal di sana kita bisa share pengalaman dengan para “bolang” (bocah petualang) dari banyak negara, yang kebanyakannya dari Eropa sama Amerika. Soalnya mereka suka keliling dari satu tempat ke tempat yang lain untuk cari pengalaman, liburan plus kerja. Dan biasanya mereka pakai working holiday visa selama 1 tahun. 
Selesai deh….. J

Monday, August 31, 2015

Lakukan dengan Senang Hati

© PPIA-JCU

Author: Noorafebrianie  Minarputri

Dalam setiap level kehidupan, baik dalam hubungan, organisasi, pekerjaan, dan berkeluarga, akan kita temui orang2 yg bs kita ajak bekerja sama.

Orang2 yg bs kita ajak berlari bersama untuk menggapai 1 visi. Orang2 yg bs kita ajak bertukar pikiran untuk mendapatkan solusi yg terbaik. Orang2 yg bs maju dan berkembang bersama, saling membangun dalam kebaikan.

Sebaliknya...

Kita juga akan bertemu dengan org2 yg tdk sevisi dengan kita.
Orang2 yg memerlukan ritme berbeda. Orang2 yg saat kita ingin berlari, kita harus ikut berjalan bersamanya. Orang2 yg pada akhirnya, kita bs ambil pelajaran darinya.

Dari sana, ada hal yang perlu dimaknai. Akan ada masa dimana kita harus tahu kapan harus berlari dan kapan kita bs berjalan. Akan ada waktu saat kita harus dengan bijak memecut orang2 di sekitar atau menurunkan standar.

Kita mempunyai waktu yang sama. 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu. Bagaimana kita membagi waktu, bagaimana kita memanage hidup yg singkat ini. Tidak ada rumus bagaimana kita melakukannya. Tak ada buku yg mencantumkan dgn pasti langkah2 dalam kehidupan.

Namun ada hal yang pasti.

Tuhan Maha Melihat dan Maha Baik. Dia tak pernah tidur. Percayalah bahwa semua adalah yg terbaik dari-Nya. Saat kita melakukan semua hal dengan senang hati, maka kita akan lebih ringan menjalani hidup ini....

Wednesday, August 26, 2015

Townsville Cultural Festival 2015

© PPIA-JCU



Penulis: Hikmah Cut Ramadhana
Dokumentasi: Andy Arissaputra Nugroho


Townsville Cultural Festival atau yang biasa dikenal dengan TC fest merupakan sebuah event tahunan yang biasanya dilaksanakan selama 5 hari di bulan Agustus. Festival ini diadakan oleh Townsville Intercultural Centre yang bertujuan untuk menunjukkan keanekaragaman budaya serta menyatukan beberapa komunitas yang berada di Australia, khususnya Townsville.
            Berbagai macam hiburan dapat ditemukan dalam festival ini. Terdapat 2 panggung hiburan yang ditujukan untuk penampilan musik serta kebudayaan dari berbagai komunitas. Tidak hanya itu saja, di sekeliling panggung kita juga dapat mencoba berbagai macam kuliner yang berasal dari berbagai negara serta barang-barang khas dan unik yang dipamerkan oleh berbagai komunitas.
Suasana TC Fest 2015

Dalam kegiatan ini, PPIA JCU tidak mau ketinggalan untuk ikut serta dalam meramaikan TC Fest 2015. PPIA JCU menampilkan 2 kesenian asli Indonesia, yaitu Tari Indang yang berasal dari Sumatera Barat dan permainan musik Angklung yang dibawakan oleh PPIA JCU berkolaborasi dengan siswa dari Grammar School. Tiga lagu yang dibawakan oleh para pemain angklung adalah Naik-naik ke puncak gunung, Twinkle-twinkle little star, serta Que sera sera.


Foto bersama para performers

Penampilan Tari Indang

Penampilan Musik Angklung
 

Monday, June 08, 2015

OZ Installment

Kesempatan kali ini kami akan berbagi mengenai info persiapan ke Australia, mengingat second mid-term akan segera dimulai. Adapun kami sajikan info mengenai kemungkinan list packing (untuk yang bekeluarga; hanya list kasar bisa disesuaikan kebutuhan dan quota bagasi Anda). Selain itu kami akan berbagi protocol keberangkatan untuk kasus Jakarta-Sydney-Townville via Qantas-Jetstar serta financial arrangement untuk merencanakan keuangan Anda selama di study di Australia.

Semoga bermanfaat

Thursday, May 21, 2015

WHAT IS JCUISA

JCUISA is primarily aimed at improving and maintaining relationship among its members, both Indonesian and non-Indonesian. To date, sport and cultural events are two ways that have been implemented to accomplish the purpose due to the limitation of the club properties.

Furthermore, in order to build a good relationship in the form of cultural understanding between Indonesia and Australia in a smaller scale, JCUISA has been running a cross-culture understanding program for several years, called PPIA JCU Cultural Outreach. It is designed to introduce Indonesian culture and language to Australian schools and institutions in Townsville and Cairns, such as Townsville Multicultural Support Group (TMSG), Aitkenvale State School, Townsville Grammar School, and Aitkenvale Library. Thus far, this program is performed with support from the club members.