Friday, February 29, 2008

Thuringowa City Celebration 8 Feb 11.40 am - dari arena latihan Wandella

mari mengenal sekelumit sosok sang penari.. Icha, Lita dan Annie Daryani.. dari meja redaksi, foto Lita, Annie dan Icha menyimpan cerita.. ada apa dibalik 3 gadis manis ini ?



Icha (Putu Liza) yang berbalut gaun tari Ms Elizabeth Bennett charachter di novel Jane Austen ini akan tampil beda



Lita (Maulita Sari Hani) dan Annie Daryani adalah salah satu pasangan terhamonis loh, lihat aja aksinya, kalah deh sama pasutri2 yg ada di tonspil, he3x. Foto ini adalah salah satu aksi mereka berdua di acara cultural festival 2007. Ceritanya seh mau ikutan parade, eh ternyata di cancel, alhasil pasangan dua ini nggak mau mundur begitu aja, karena kita udah ready steady dengan dian & desni berbusana tradisional, so alhasil minta request ke panitia kalau kita mau nari aja deh. akhir cerita koreografi pun dibuat dalam waktu 10 menit dan aksi panggung pun nggak kalah dahsyat dengan goyangan yapong loh.

Jangan lewatkan penampilan mereka di panggung Lagoon Riverway merayakan farewell Thuringowa City yg akan amalgamated dengan Townsville City dan fireworksnya bakal menakjubkan, be there.. Saturday 8 Feb 11.40 am.

© PPIA-JCU

Wednesday, February 27, 2008

Indonesia Market Intelligence Seminar


Mr Philip Oakley berdiri paling kiri, Dian dan Gustaf bersama Ibu Isla dan Mr Tony kedua dari kanan; peserta Seminar yang merupakan representatif dari School di JCU atau Colleges di Townsville juga ikut berfoto





Lagi-lagi Townsville diguyur hujan namun Raintree Room-University Hall di James Cook University menjadi hangat saat perbincangan santai berlangsung usai Indonesia Market Intelligence Seminar. Isla Rogers-Winarto dan Tony Mitchener menjadi panelist dalam acara yang di-support oleh Queensland Government-Queensland Education and Training International, Trade Queensland. Ibu Isla Rogers-Winarto berbicara tentang: The Market Update – International Education opportuniities: trends, competitor activity, in-country program developments. Sementara Mr Tony Mitchener membawakan topik: A Queensland Response: Observations from a Queensland perspective; synergies, models for success. Mr Philip Oakley (Study Townsville Chair) bertindak sebagai moderator dalam diskusi panel: Various issues related to marketing Australian education in Indonesia, issues affecting Indonesian students in Australia, Indonesian perceptions of Australia, the way forward.

Ibu Isla adalah Country Director Indonesia untuk IDP Education Indonesia sedangkan Mr Tony Mitchener adalah Commissioner dari Queensland Government-Trade and Investment untuk Indonesia Office di Jakarta. Kami berbincang tentang suka duka kami belajar di JCU, alasan yang mendorong kami belajar di JCU, kehidupan sosial dan akademik. Ibu Isla menjelaskan peran IDP Indonesia dalam memberikan pelayanan pendidikan untuk membantu calon-calon pelajar Indonesia yang berminat menimba ilmu di Australia; khususnya di James Cook University yang berlokasi di wilayah tropis beliau juga mengungkapkan potensi JCU menjadi tempat studi yang memiliki nilai kompetitif 'tropika' yaitu ilmu-ilmu yang berkaitan dengan iklim tropika Indonesia yang akan lebih applicable untuk kondisi alamiah Indonesia yang langsung disetujui Mr Tony.

© PPIA-JCU

ditulis oleh: Dian photo by: Gustaf

Launching Voli 2008



menu launching: yang ngulek rujak Jheng Puji dan yang ngolah es kelapa muda Neng Dian


Minggu 24 Februari menjadi launching voli ball kami setelah beberapa kali hari Minggu diguyur hujan. Para pemain nya istimewa karena Erdi dan Rasmus turut bergabung. Egy mengungkapkan kegembiraannya untuk permainan pertamanya di Townsville. Wayne, JCU Chaplain, juga tak kalah bahagianya. Yansen melepas kerinduannya bermain voli di lapangan Cranbrook setelah 1 tahun berada di Indonesia dan kini kembali melanjutkan studi PhD nya.

Townsville.. jangan hujan lagi Minggu depan..

© PPIA-JCU

M. Erdi Lazuardi



Tamu kita kali ini, M. Erdi Lazuardi, Conservation Science and Monitoring Coordinator dari Conservation International Indonesia. Erdi berada di Townsville selama 3 minggu dan hari ini dia kembali ke Indonesia. Ia datang untuk training dan bekerja di Museum of Tropical North Queensland, Townsville. Erdi pulang hari ini dan menyempatkan diri mampir ke Wandella.. mohon doa agar bisa kembali bulan November nanti serta kelak bisa melanjutkan studi di James Cook University.. aamiin.

Ia juga datang memecah kesunyian.. baik kesunyian 'dapur Wandella' (karena ia datang dan ada masakan dari dapur Wandella), Wandella's living room (ia datang dan gitar pun dimainkan) serta Wandella's lawn (ia datang mower pun berlari) serta.. voli pun kembali riuh di lapangan Cranbrook. Nikmati foto selengkapnya.

© PPIA-JCU

Terbalas sudah


Foto saat gathering di Cranbrook Park. Inzet: Yansen dan Egy

Walau di minggu tanggal 17 Februari tak teredengar gedebuk bola voli di smes oleh pemain utusan Bengkulu (Yansen), namun seminggu sesudahnya Yansen membayar kesempatan yang hilang di minggu sebelumnya. Bersama dengan beberapa pemain internasional (International All Stars), dia berhasil melibas klub lokal dengan berbagai variasi smesnya yang dahsyat. "Aku bermain sebenarnya bukan untuk membalas sakit hati tak bisa main akibat hujan di minggu sebelumnya", begitu kilah Yansen. Lantas apa? Tak ada jawaban sampai pada sebuah wawancara eksklusif dengan istrinya. Istri Yansen berhasil menguak rahasia kebringasan suaminya di lapangan bola voli. "Sebenarnya bukan masalah dendam dengan waktu, mas", begitu kata istri Yansen saat memulai percakapan. "Tapi, suamiku membalas dendam dengan diri sendiri". Lho, maksudnya? "Begini mas, saat ini suamiku sempat naik sepuluh kilo sejak kepulangannya ke Indo kemaren, jadi sekarang dia ingin membakar semua lemak yang masih tersisa", beber istri Yansen lebih mendetail.

Begitulah sekelumit cerita dari Yansen yang saat ini melanjutkan studi ke level PhD setelah menyelesaikan Masternya dari James Cook University, lebih setahun yang lalu. Yansen bersama Egy (yang mendalami studi budidaya organisme laut) datang ke Townsville sebulan yang lalu. Saat ini adalah awal semester bagi keduanya. Mereka berdua menyemarakkan lapangan voli Cranbrook Park di setiap minggu. Setelah dientertain dengan permainan apik mereka, Egy melanjutkannya dengan petikan gitar di saat turun minum.

© PPIA-JCU

Sunday, February 10, 2008

Minggu yang sendu

Pagi tadi begitu ceria. Matahari tak segannya tersenyum bahkan kadang tertawa (baca: menyengat) menyemangati orang Townsville, apalagi bagi sebagian masyarakat Indonesia di Townsville (termasuk para students). Mengapa tidak? Di hari minggu ini adalah puncak dari sekian sms-an, email-an maupun telpon-an yang berisi panggilan: Maen voli yuuk? dan jangan lupa bawa penganan ringan ya?! Bahkan sampai semalam, di rumah keluarga Gavin & Selvia Lee cerita maen voli menjadi salah satu bahan diskusi utama para undangan.

Sayang seribu sayang. Ternyata birunya langit di pagi hari tak menjamin datangnya awan mendung di sore hari. Ternyata juga, awan sore ini tak datang bukan hanya mengelabukan hari namun (sedihnya) dia menangis! Air matanya jatuh dan tak mereda sampai berita ini diturunkan. Tak ayal, banana muffins yang di bake tak akan pernah sampai ke lapangan voli. Lebih setengah sudah menumpuk di perut pembuatnya. Belum lagi ada berapa banyak spring rolls, perkedel jagung, dan cakes yang dikonsumsi sendiri.... Hukhukhuk... Tega nian dikau hujan...


(maaf bila foto berkorelasi terbalik dengan isi cerita)

© PPIA-JCU