Thursday, June 16, 2011

Komposisi Pengurus PPIA-JCU 2011-2012

Setelah Presiden PPIA JCU terpilih sesuai dengan agenda kegiatan, selanjutnya presiden terpilih langsung melakukan konsolidasi dan mempersiapkan susunan kepengurusan PPIA JCU masa bakti 2011-2012. Tentunya penentuan kepengurusan dilakukan dengan diskusi dan dengar pendapat dari semua anggota dan saran dari pengurus pendahulu. Akhirnya pada tanggal 30 Mei 2011 yang lalu kepengurusan PPIA JCU terbentuk dan diumumkan secara resmi. Adapun susunan kepengurusan PPIA JCU 2011-2012 adalah sebagai berikut:
 
Anita Restu Puji Raharjeng adalah Presiden yang ke-9 dan wanita ke-5 yang memimpin PPIA JCU. Informasi ini diperoleh berdasarkan arsip PPIA JCU dan komunikasi langsung dengan para pendahulu PPIA JCU. Wanita kelahiran Malang, Jawa Timur dalam kesehariannya adalah staf pengajar di Universitas Islam Negeri Malang. Saat ini Anita melanjutkan studinya di School of Veterinary and Biomedical Science JCU Townsville dengan bidang minat Biomolecular
 
Reza Wahya dalam kepengurusan kali ini menjabat sebagai Wakil Presiden, sekaligus sebagai Koordinator Perwakilan PPIA JCU Cairns. Mahasiswa Development Practices di School of Earth and Environmental Science JCU Cairns ini terkenal aktif dan cukup dikenal di kalangan mahasiswa MPD di Cairns. Pria kelahiran tahun 75 dan suka membaca buku ini adalah staf di Badan Lingkungan Hidup Daerah Sumatera Selatan.



Ernest Suryadjaja dipercayakan sebagai Sekretaris dalam kepengurusan PPIA JCU 2011-2012. Dilahirkan di Surabaya 27 tahun lalu, pria ini punya hobby mancing dan kuliner. Sebagai staf pengajar di Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya, Ernest sekarang ini menekuni minatnya di teknobiologi secara spesifik di bidang Aquaculture di School of Marine and Tropical JCU Townsville.




Arvie Dwi Purnomo menjabat sebagai bendahara PPIA JCU 2011-2012. Ditunjuk untuk menangani masalah keuangan bukanlah hal yang baru bagi Arvie,demikian biasanya dia disapa. Punya pengalaman semasa kuliah sampai dengan bekerja sebagai perencana program dan anggaran di Mahkamah Konstitusi. Dengan beasiswa ADS, Arvie saat ini memperdalam ilmunya di School of Business JCU Townsville dengan minat utama Human Resource Management. 
 
Jimmy Frans Wanma sebagai Koordinator Bidang Olahraga dan Pariwisata cukup beralasan, karena aktivitasnya yang cukup tinggi di dunia olahraga semasa menjadi mahasiswa. Saat ini Jimmy adalah staf pengajar di Fakultas Kehutanan Universitas Negeri Papua, dan terdaftar sebagai mahasiswa di School of Marine and Tropical Biology JCU Townsville dengan spesialisasi Tropical Ecology.



Freddy Pattiselanno dalam kepengurusan PPIA JCU 2011-2012 adalah Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi. Mahasiswa di School of Marine and Tropical Biology, JCU Cairns ini menekuni bidang Tropical Ecology. Ayah 3 putri adalah putra kelahiran Manado 44 tahun silam mengajar di Fakultas Peternakan Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua.

Friday, April 03, 2009

Saman and Aboriginal Fusion Dance: an ethnic souvenir from Indonesian Festival 2008


© PPIA-JCU; Notes: aboriginal dancers are L-R Stephanie-Lilyana; Saman Dancers are L-R Annie Daryanie, Dian Latifah and Maulita Sari Hani (Chorreographer and IndoFest2008 Committee Coordinator)

Tuesday, January 20, 2009

Tim sebelas

Hujan tak henti-hentinya mengguyur Townsville pada Senin 12 Januari lalu. Berita tentang terbentuknya Cyclone Charlotte menambah seram suasana. Namun, untunglah walaupun hujan tak menunjukkan tanda berhenti, Cyclone Charlotte kategori 2 yang bergerak dari Gulf Carpentaria ke arah selatan berkurang dan hilang. Dalam suasana yang seperti ini rombongan 8 orang mahasiswa baru JCU dari Indonesia menjejakkan kaki di Bandara Townsville. Rusaini yang menjadi pembuka jalan datang lebih awal satu hari. Sedangkan Sarah dan Dewi harus menunda kedatangan mereka satu dua hari karena kendala teknis. Jadilah, "ini Tim Sebelas," kata Adit. Tapi bukan Tim Sebelas penyusunan UU Otonomi Daerah 1999 pimpinan Ryas Rasyid loh.

Masih dalam suasana hujan para punggawa baru tersebut menuju ke istana masing-masing. Malamnya, diadakan sambutan kecil-kecilan. Tuan rumah Tony dan Firdaus sudah siap dengan bakar kakap-nya, plus ayam panggang dan lauk daun singkong. Farida pun sudah siap..mie ayam..mie ayam. Yang lain pun kemudian berdatangan dengan makanan masing-masing. Setelah yang ditunggu, Sang Presiden, datang, acara pun dimulai.


"Saya Eghy, Presiden PPIA, mewakili teman-teman semua mengucapkan selamat datang Di Townsville," Eghy membuka acara dengan suara khas Ambon-nya. Bla...bla...makan pun tiba. Sambil makan, sesepuh PPIA, Gustaf Mamangkey, Ph.D (almost), mengambil nahkoda. "Sekarang memang lagi musim cyclone, tapi jangan takut," katanya membuka perbincangan. Sesi tanya jawab pun berlangsung seru. Daeng Seni menjadi mahasiswa baru sekaligus lama yang jadi referensi. Besoknya disepakati Seni akan mengantar teman-teman mahasiswa baru berkeliling, dan yang paling penting melapor ke Alex.

Selamat datang kami ucapkan ke Adit, Arthur, Conni, Dewi, Diana, Eddy, Esti, Mahpud, Rofiq, Rusaini, dan Sarah. Semoga lancar studinya. Terima kasih kepada rekan semua yang telah menyempatkan hadir di acara tersebut.

Foto: Courtessy Farida Damayanti

© PPIA-JCU

Pemilu..inga...inga....

Hangatnya suhu perpolitikan di tanah air berhembus juga sampai ke Townsville. Pak Jon Sumaryono, yang telah menetap di Australia lebih dari 25 tahun menjadi pewarta akan adanya pesta di republik tercinta. Kita di sini pun diminta berperan serta dengan menyumbang...suara.


Dengan gaya khasnya Pak Jon memberikan penjelasan tentang tata cara penusukan..eh salah...pencontrengan. Dan jangan lupa, "untuk mencontreng, harus terdaftar dulu," terang beliau. "Untuk mendaftar, bisa lewat online," lanjutnya lagi. Silakan mengunjugi http://www.pemilusydney2009.com atau berkirim email ke ppln_sydney@googlegroups.com. Pak Jon yang baru saja mendarat dari Cairns siangnya juga antusias berdiskusi dengan para peserta temu wicara. Berdasarkan keterangan Pak Jon yang merupakan ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) untuk NSW, QLD dan WA, ini merupakan sosialisasi awal. Utusan PPLN akan datang lagi ke Townsville pada bulan Mei.

Seperti biasa, pertemuan dilanjutkan dengan makan bersama. Miss Sushi menyediakan Sushi dan Spring Roll sebagai menu utama. Dan tentu saja, foto bareng menjadi penutup acara. Terima kasih kepada semua yang telah hadir di acara.


Foto: Courtessy Gustaf mamangkey


© PPIA-JCU

Friday, October 17, 2008

Hasan datang lagi

Agaknya Refectory kampus JCU sudah menjadi milik orang Indonesia. Gampang saja kalo mau menyelenggarakan acara sejauh kantin itu tidak tutup. Pemiliknya juga tak mempedulikannya (wong pemiliknya tinggal di dapur terus). Siang itu juga demikian. Dari berbagai penjuru kampus berdatanganlah students Indonesia dengan bawaan masing-masing. Seperti di komando, dalam sekejap salah satu meja di refractory siang itu dipenuhi dengan beragam makanan. Anehnya, persentasi makanan dari refractory tak berbanding baik dengan makanan yang dibawa. Banyak makanan dan minuman dari luar. Tapi, sekali lagi, selama pemilik kantin tetap tinggal di dapur, no problem!

Hari itu, Pak Hasan muncul di antara students yang baru berkarat berbaur dengan yang benar-benar tinggal karatnya saja. Hari itu adalah penyambutan bagi dirinya, tradisi yang sudah turun temurun. Tradisi tetap sama sejak dulu walaupun orangnya berbeda. Tapi agaknya makanan juga tetap sama sejak dulu ;).

Setelah bersapa ria meriuhkan kantin. Akhirnya para punggawa Indonesia di James Cook University pun pulang. Tapi, seperti yang sudah-sudah, walaupun datangnya tak berbarengan tapi saat pulang merekapun tetap aja bergerombol.... ck ck ck...masih saja ada gosip yang tersisa!

© PPIA-JCU

Thursday, October 16, 2008

JCU Vice Chancellor's Chaplaincy Morning Tea



L-R : Gustaf, Eghy, Icha, Prof Sandra Harding, Dian, a Cambodian friend


Multifaith Chaplaincy in JCU Campus facilitates faith, religion and culture life in campus. Religious activities including discussion group can be conducted in the Multifaith Chaplaincy Building. Every semester Multifaith Chaplaincy attracts campus community with 'Food and Faith Festival' where the beauty of diversity in faith, religion and culture (including traditional foods) is presented. It is no doubt that Multifaith Chaplaincy supported by the Support and Welfare as well as International Officer JCU Student Association has played an important role in maintaining respect to diversity in campus; especially International students would benefit from this environment.

"Morning has broken.." a beautiful song by Putu Liza in her lovely-white Indonesian kebaya (gitarist Eghy) from Indonesian Student Association had painted the morning on 15 October 2008 in Chaplaincy Morning Tea becoming truly broken since Prof Sandra Harding - Vice Chancellor James Cook University walked along the corridor of Multifaith Chaplaincy building accompanied by Arun George International Officer JCU Student Association heading to the Morning Tea room. In this room with full of worlwide colourful flag decoration Sandra was welcomed by the flower bucket presentation by Dian Latifah in her Indonesian batik outfits (Indonesian Student Association) and a sweet chocolate package by Laetitia (Women Officer of JCU Student Association). Sandra spoke her welcoming words revealing her first impression in being invited for a morning tea. She also addressed her supporting and compliment words on Multifaith Chaplaincy activities at JCU. Then Sandra greeted almost all the Chaplaincy people and had a bit chat.

In the middle of this occasion, Wayne Crockford, the Chaplain, also gave his speech. It was an interesting speech when he appreciated Indonesian Student Association for its valuable supports for quite a long time in Multifaith Chaplaincy activities while appointed the Indonesian flag above his head "Dian made this flag last night special for this occasion as she and Parjiono realized there was no Indonesian flag". This morning tea was completed by a peace song 'Our hearts beat for world peace' written by Maya Safira Muchtar and friends-interfaith meditation center Bali (Anand Ashram Foundation) performed by Icha and Eghy followed by the Indian traditional song and music performance. Several photographs with Sandra were also taken outdoor reflecting our very nice morning.. thanks to Prof Sandra Harding..

reported by: Dian Latifah; photos by: Gustaf Mamangkey (more photos at our Photo Album)

notes:

thanks to Dian, Thesy Gustaf Mamangkey and Parjiono for the foods.
thanks to Peter Hanley for his special Indonesian song concert: 'Mimpi Sedih' and 'Sudah Kukatakan'
.


© PPIA-JCU