Saturday, February 09, 2008

Eco-prison

Banyak hal yang berlabel eco- baik (memang) untuk penyelamatan bumi maupun trik bisnis. Jujur saja, akhir-akhir ini banyak kalangan bisnis menggunakan mainstream "go green" untuk memperlebar pasar kekuasaannya. Agaknya, dititik ini sebagian tree huggers dan pengikut anti kapitalisasi berseteru padahal keduanya berpadu menentang industrialisasi. Nah, kalau berbicara tentang konflik, kita akan berbicara hukum! Siapa salah di mata hukum akan kena sanksi! Masuk penjara, misalnya. Penjara terkenal akan keangkerannya walau toh 'dilembutkan' dengan istilah Lembaga Pemasyarakatan yang diartikan sederhana sebagai lembaga yang membuat orang di dalamnya bisa membaur dengan masyarakat biasa. Norwegia menawarkan solusi baru. Mereka membuat sebuah lembaga pemasyarakatan yang berlabel Eco. Apalagi istilah ini? Ternyata si Eco-prison-nya Norwegia ini memberikan tempat bagi para kriminal (bahkan kelas kakap sekalipun) untuk hidup with eco-style. Sebagian besar energi dipakai dengan menggunakan sistem daur ulang, sinar matahari dan kayu bakar, bahkan bahan bakarnya berasal dari bio-fuel (bahan bakar yang baru dipromosikan massal di nusantara). Tempatnya nyaman, berada di sebuah pulau, indah lagi. Penjaganya tak bersenjata. Para kriminal juga berusaha di berbagai bidang, kebanyakan pertanian dan peternakan. Pertanyaannya: bila si Eco-prison ini berada di Indonesia, apa kira-kira yang akan terjadi?

© PPIA-JCU

Friday, February 08, 2008

jika sang pencari berita jalan-jalan...

gustaf dan hp baru-nya (note: kacamata juga baru, frame biru, dan ups.. jatuh.. apakah harus membeli lagi yang baru ? )

Refectory JCU, kantin favorit mahasiswa (karena murah meriah), masih sepi lantaran liburan belum usai. Tapi bagi riset student yang tidak sempat masak dan prepare bekal lunch, Refectory re-opening selalu dinanti. Lihat saja.. kursi-kursi masih tersusun rapi. Ada yang baru sih.. Refectory kini menyediakan mesin 'swalayan' red-bull dan juice 'Golden Circle' yang hampir tiap release 'rasa' baru langsung dicoba oleh beberapa juicer (penggemar juice).

Siang itu Gustaf tengah menikmati lunch ringan (yang berat kan 'nasi') di Refectory, tangannya sibuk menerima telpon lantaran ia baru saja 'back to campus' setelah sekitar 2 minggu on vacation. Senang hati sang pencari berita blog ppia jcu dan alumni ini bercerita tentang silaturrahmi yang menyenangkan di Indonesia Embassy di Canberra, diterima dengan sambutan menyejukkan hati oleh Pak Raudin Anwar (Minister Councillor Bagian Penerangan The Embassy) dan juga Minister Councillor Bagian Pendidikan dan Kebudayaan. Silaturrahmi ini kemudian berkembang menjadi ajang pembicaraan hangat tentang kegiatan PPIA JCU serta rencana kegiatan mendatang yang disambut supportive oleh Embassy; sambil juga mengingat kembali sekelumit cerita Pak Raudin yang hadir di Festival Indonesia di Townsville 25 Agustus 2007 lalu.

Dian (anggota tim redaksi blog ppia jcu juga) asyik mendengarkan cerita Gustaf meski sekian menit terpaku dan terpana memikirkan arti sebuah kata.. 'bola' yang dalam bahasa Manado berarti 'ban mobil". Mobil yang dikendarai Gustaf saat menuju Canberra sempat pecah ban.. pecah 'bola'.. ternyata saat sang pencari berita jalan-jalan, ia malah 'making the news'.. cerita selengkapnya silakan mengunjungi blog gustaf.

© PPIA-JCU

Tuesday, February 05, 2008

Welcome Back Yansen


Tak berselang lama dari kedatangan Bung Egy, Yansen kembali disambut gembira oleh warga Townsville mengingat kedatangannya langsung bersama keluarga yang menambah keramaian Townsville dan hanya 1 setahun saja sejak farewell Yansen November 2006 lalu. Kali ini di kediaman Pak Parjiono, kami pun saling berkenalan, makan malam, melepas rindu bagi yang sudah kenal keluarga ini sebelumnya serta mengobrol hingga menghabiskan pizza dan anggur (yang menghabiskan anggur siapa ya?? hehe..)

Yansen akan menjalani S3 nya mengenai Regeneration and recruitment patterns of several tropical tree species following fire disturbances.. good luck with your study.. semoga banyak lagi yang mengikuti jejak Yansen kembali ke JCU.. siapa lagi?

© PPIA-JCU

Tuesday, January 22, 2008

Selamat datang Egy


Jangan dikira nama Egy itu cuman segitu? Namanya ternyata cukup panjang "Agapery Pattisarany" namun disingkat Egy saja. Walau sempat terjadi polemik siapa dibalik sosok Egy, namun semalam Egy menunjukkan siapa dia sebenarnya. Lewat perkenalan singkat, terkuaklah bahwa si pemilik nama itu berasal dari Maluku. Tempat kerjanya saat ini adalah Universitas Pattimura Ambon. "Aku sekarang mengajar di Fakultas Perikanan, Unpati", begitu awal perkenalannya. Seorang bapak dari dua orang anak ini ternyata mampu menghipnotis sebagian students dengan permainan gitarnya. Ternyata kemampuan main musiknyapun bukan hanya gitar melainkan juga keyboard. Wow, tanpa sungkan sang Presiden langsung menawarkan keyboard PPIA di bawah asuhan Egy. Malam akhirnya berakhir dengan beberapa lagu cinta yang dinyanyikan bersama. Ya... setelah semuanya juga puas dengan makan malam bersama yang waaahhh....

© PPIA-JCU

Tuesday, January 15, 2008

Istana Wandella terisolasi!


Istana Wandella sempat terisolasi selama tiga jam! Hujan yang tak henti menderu Townsville sejak kemarin sore membuat sebagian Townsville lumpuh! Mobil terjebak di beberapa tempat, bahkan salah satu jalur bebas hambatan keluar masuk kota Townsville sempat ditutup! Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak radio tentang dibukanya jalan ini. Sementara di Istana Wandella, jalan masuk sempat terendam air setinggi lutut (lutut koala). Namun hal yang menggelikan adalah sesaat setelah penulis mengantar sang presiden, di saat keluar ke Nathan Street, mobil pinjaman dari bendahara hampir saja terjebak akibat tinggi dan luasnya genangan air. Untung saja sejak sejam yang lalu, hujan telah mereda. Semoga Istana Wandella bisa segera terbebas dari isolasi. Semoga!

© PPIA-JCU

Tuesday, January 01, 2008

Townsville's New Year Eve - 2008

Kediaman Dorce-Morris kali ini menjadi tempat ria bercengkerama kami, puncaknya berbaur dengan masyarakat Townsville lainnya di The Strand.. fireworks di atas langitnya.. bauran manusia dengan harapan baru di atas pasir pantainya.. angin tropisnya.. New Year's Eve The Strand yang begitu khas.. Gemerlap fireworks menjadi begitu berjiwa di tangan PPIAer Gustaf.. simak hasil karya fotografi Gustaf.

Tidak semua pelajar bergabung dalam keceriaan, keluarga Parjiono harus berada di Emergency Townsville Hospital untuk putrinya Prigelle dan Dian harus menemani sang kakak - Auliah.. semoga cepat sembuh ya Itchell..

Selamat Tahun Baru 2008.. Semoga menjadi tahun penuh berkah 'tuk kita semua dan seluruh keluarga..

Enjoy our photos here.

© PPIA-JCU