© PPIA-JCU
Wednesday, April 24, 2013
Cultural Outreach: Geografi Indonesia
Tanggal 24 April 2013, PPIA JCU mengajar geografi Indonesia dan fun facts mengenai sekolah di Indonesia di Townsville Grammar Junior School. Anggota PPIA yang telah meluangkan waktunya untuk menyiapkan bahan dan mengajar: Cardial Leo Penu, Aryadi Arsyad, Yulia Zubir, Jensi Sartin, Deasy Tandio. Kelas yang diajar terdiri dari 4 kelas murid year 4. Saat diberitahu bahwa di Indonesia biasanya sekolah tidak pakai Air Conditioner dan murid harus piket membersihkan kelas sebelum pelajaran dimulai, para murid terkejut dan mengajukan banyak pertanyaan lain mengenai kehidupan para murid di Indonesia. (DAT)
Labels:
Cultural Outreach
Thursday, March 21, 2013
Cultural Outreach: Permainan Tradisional Indonesia
Tanggal 21 Maret 2013, PPIA JCU mengajar permainan tradisional Indonesia berupa "Boy" permainan anak asal Makasar, dan "Benteng". Diwakili oleh Cardial Leo Penu dan Deasy Ayuningtyas Tandio, PPIA JCU mengajar 5 kelas di Aitkenvale State School. Para murid dengan antusias mencoba permainan khas Indonesia ini.
© PPIA-JCU
Labels:
Cultural Outreach,
Kegiatan PPIA
Saturday, March 16, 2013
Tarian Mambo Simbo
PPIA JCU mempersembahkan nyanyian dan tarian asal Papua "mambo Simbo' di Tropical Museum of Queensland, Townsville, pada hari Sabtu, 16 maret 2013 Pk 14.00.
Tarian ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang lari dari desanya. Penduduk desa dan orang tua Mambo menyusuri sungai dan hutan untuk mencari Mambo. Sayangnya, Ibu Mambo meninggal di tengah pencarian tersebut. Penduduk desa menangisi kepergiannya. Setelah itu, penduduk desa kembali melanjutkan pencarian. Akhirnya mereka menemukan Mambo dan mereka merayakan keberhasilan ini.
Berikut adalah teman-teman yang mendukung penampilan ini:
Koordinator: Linda Rahmi
Koreografer: Lucia Runggeari
Penari: Penduduk wanita: Cynthia D Gaina, Zainab Tahir, Sudewi, Lucia Runggeari; Mambo's father: Immanuel Benu; Penduduk pria: Sukahar Eka, Linda Rahmi, Purnomo Hadi; Mambo: Muchlis
Penabuh Drum: Aryan Siagian, Deasy Tandio
Penyanyi: Nur Asiyah, Antin Widi, Deasy Tandio, Indra Pratama, Jensi Sartin, Aryan Siagian
Dan juga teman-teman yang membuka rumahnya untuk tempat latihan, menyediakan, makan, sarana transportasi, dan segala menyediakan macam dukungan sebelum dan sesudah tampil.
Penampilan ini tidak akan lengkap tanpa dukungan dari:
Konsulat Jenderal Indonesia di Sydney Bapak Gary R.M. Jusuf dan para staff
Presiden PPIA Pusat Bapak Bagus Nugroho dan para staff
Townsville Multicultural Support Group
JCU AUSAID liaison officer Bapak Alex Salvador
DAT 2013 (PPIA JCU) http://jcu-indosa.blogspot.com.au/
© PPIA-JCU
Tarian ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang lari dari desanya. Penduduk desa dan orang tua Mambo menyusuri sungai dan hutan untuk mencari Mambo. Sayangnya, Ibu Mambo meninggal di tengah pencarian tersebut. Penduduk desa menangisi kepergiannya. Setelah itu, penduduk desa kembali melanjutkan pencarian. Akhirnya mereka menemukan Mambo dan mereka merayakan keberhasilan ini.
Koordinator: Linda Rahmi
Koreografer: Lucia Runggeari
Penari: Penduduk wanita: Cynthia D Gaina, Zainab Tahir, Sudewi, Lucia Runggeari; Mambo's father: Immanuel Benu; Penduduk pria: Sukahar Eka, Linda Rahmi, Purnomo Hadi; Mambo: Muchlis
Penabuh Drum: Aryan Siagian, Deasy Tandio
Penyanyi: Nur Asiyah, Antin Widi, Deasy Tandio, Indra Pratama, Jensi Sartin, Aryan Siagian
Dan juga teman-teman yang membuka rumahnya untuk tempat latihan, menyediakan, makan, sarana transportasi, dan segala menyediakan macam dukungan sebelum dan sesudah tampil.
Penampilan ini tidak akan lengkap tanpa dukungan dari:
Konsulat Jenderal Indonesia di Sydney Bapak Gary R.M. Jusuf dan para staff
Presiden PPIA Pusat Bapak Bagus Nugroho dan para staff
Townsville Multicultural Support Group
JCU AUSAID liaison officer Bapak Alex Salvador
DAT 2013 (PPIA JCU) http://jcu-indosa.blogspot.com.au/
© PPIA-JCU
Monday, November 26, 2012
Di Balik Layar: Townsville
After a long sunny Sunday afternoon, a 22 seconds clip had been produced by the PPIA JCU (click here to watch the final video). However, it was a quite changeling task for the director to deal with a group of a newly beginner artists (Xixixi).
Here is some clips to show how hard was the director's job.
© PPIA-JCU
Here is some clips to show how hard was the director's job.
© PPIA-JCU
Sunday, November 25, 2012
Ucapan Selamat Hari Guru Nasional: 25 November
Dalam rangka memeriahkan Hari Guru dan karena dapet pe-er dari PPIA pusat untuk bikin video, PPIA JCU membuat video klip ini:
Selamat Hari Guru!
Silahkan ditunggu video klip kami selanjutnya! (ternyata bikin video ngebuat ketagihan...)
Klik disini jika ingin lihat clip behind the scene.
Selamat Hari Guru!
Silahkan ditunggu video klip kami selanjutnya! (ternyata bikin video ngebuat ketagihan...)
Klik disini jika ingin lihat clip behind the scene.
Wednesday, October 10, 2012
Cultural Outreach Program: The Costumes and a Dance
Introducing Indonesian Traditional Costumes and Dance in Townsville Grammar Junior School
Tanggal 10 Oktober 2012, PPIA JCU manggung lagi di sekolah! Atas kerja keras Zainab menyusun rencana dan acara, juga berkat Welem dengan bakatnya sebagai pelatih tari, tim PPIA JCU yang berjumlah 9 orang sukses mengajak murid Townsville Grammar Junior School (TGJS) menari Dolo-dolo. Tarian ini adalah tarian perayaan panen dari Flores, NTT. Menanggapi undangan Tessa McNamara dari TGJS dan dengan dukungan Geri Crouch dari Townsville Multicultural Support Group (TMSG), PPIA JCU mengisi acara sebanyak 2 sesi (masing-masing sesi berdurasi 45 menit) untuk mengajar budaya Indonesia. Materi yang diperkenalkan adalah baju adat dan tarian tradisional. Supaya menarik, anggota PPIA JCU yang hadir mengenakan beragam pakaian adat yang sudah menjadi barang inventaris hasil sumbangan turun-temurun dan baju sumbangan. Jadi, murid-murid bisa melihat secara live seperti apakah baju adat berbagai daerah di Indonesia. Aksesoris yang paling menarik perhatian murid-murid adalah hiasan kepala asal Sumatera Selatan yang dikenakan oleh Anita dan blangkon asal Jawa yang dikenakan oleh Indra Bayu. Murid-murid bergilir ingin mencoba memakainya.

Setelah memperkenalkan baju adat, murid-murid diberi kuis seputar baju adat dan daerah asalnya. Beberapa murid yang bisa menjawab dihadiahi kesempatan memakai baju adat yang sudah dipersiapkan sebelumnya, yaitu: baju adat Padang (laki-laki), kostum tari Bali (perempuan), dan kostum tari Gambyong asal Jawa (perempuan). Selama 30 menit terakhir setiap sesinya, murid-murid diperagakan cara menari Dolo-dolo, lalu diajak menari bersama membentuk lingkaran.
Tanggal 10 Oktober 2012, PPIA JCU manggung lagi di sekolah! Atas kerja keras Zainab menyusun rencana dan acara, juga berkat Welem dengan bakatnya sebagai pelatih tari, tim PPIA JCU yang berjumlah 9 orang sukses mengajak murid Townsville Grammar Junior School (TGJS) menari Dolo-dolo. Tarian ini adalah tarian perayaan panen dari Flores, NTT. Menanggapi undangan Tessa McNamara dari TGJS dan dengan dukungan Geri Crouch dari Townsville Multicultural Support Group (TMSG), PPIA JCU mengisi acara sebanyak 2 sesi (masing-masing sesi berdurasi 45 menit) untuk mengajar budaya Indonesia. Materi yang diperkenalkan adalah baju adat dan tarian tradisional. Supaya menarik, anggota PPIA JCU yang hadir mengenakan beragam pakaian adat yang sudah menjadi barang inventaris hasil sumbangan turun-temurun dan baju sumbangan. Jadi, murid-murid bisa melihat secara live seperti apakah baju adat berbagai daerah di Indonesia. Aksesoris yang paling menarik perhatian murid-murid adalah hiasan kepala asal Sumatera Selatan yang dikenakan oleh Anita dan blangkon asal Jawa yang dikenakan oleh Indra Bayu. Murid-murid bergilir ingin mencoba memakainya.
Setelah memperkenalkan baju adat, murid-murid diberi kuis seputar baju adat dan daerah asalnya. Beberapa murid yang bisa menjawab dihadiahi kesempatan memakai baju adat yang sudah dipersiapkan sebelumnya, yaitu: baju adat Padang (laki-laki), kostum tari Bali (perempuan), dan kostum tari Gambyong asal Jawa (perempuan). Selama 30 menit terakhir setiap sesinya, murid-murid diperagakan cara menari Dolo-dolo, lalu diajak menari bersama membentuk lingkaran.
Labels:
Cultural Outreach,
Kegiatan PPIA
Subscribe to:
Posts (Atom)
