Sunday, November 25, 2007

Christmas Parade 2007

Christmas Parade menjadi event akbar tahunan yang dinanti warga Townsville. Biasanya diadakan oleh Shopping Mall besar. Berbagai unsur masyarakat dan pemerintah kota ditampilkan oleh tim representatif nya di ajang ini. Diawali dengan sang Black Cockatoo.. Chinese Dragon.. hingga fire brigade dengan horn nyaringnya.. tim Taekwondo.. tim ensemble.. Santa's Angels yang membagi-bagikan lollies (hmmm kali ini Our Candygirls are: Angel ANGEL dan Angel PUJI).. Desni, Keluarga Mamangkey dan Mbak Wigit pun menyemarakkan Parade ini.. and.. Welcome Santa.. Diakhiri dengan antrean untuk workshops bersama Santa di Willows Shopping Center.

photos plikk klik here

more amazing photos:
http://gustaf.multiply.com/photos/album/40
http://nichlen.multiply.com/photos/album/2

© PPIA-JCU

Friday, November 23, 2007

Happy Birthday, Dian!




Apa kesamaan antara John Howard-Dian Latifah dan Kevin Rudd? Banyak yang tahu bahwa John dan Kevin akan bertarung untuk memperebutkan kursi Perdana Menteri Australia sabtu besok (24 November 2007). Di sana ada pesta demokrasi! Siapapun yang terpilih nanti posisinya akan sederajat dengan seorang Dian Latifah yang adalah Presiden PPIA di JCU. Tapi, bukan hanya itu persoalan yang dibahas dalam tajuk ini. Ternyata, tanpa disadari bahwa besok hari orang Australia juga turut merayakan ulang tahunnya Dian. Tak banyak yang tahu (termasuk John dan Kevin juga sih) bahwa Dian Latifah di hari jumat 23 November 2007 berulang tahun dan perayaanya dirayakan besoknya.



Selamat Ulang Tahun Dian! Semoga kelak dirimu menjadi Presiden bangsa kita (kayak cita-cita masa kecil kan?) Oprah Winfrey berkata: The more you praise and celebrate your life, the more there is in life to celebrate


Foto-fotonya klik disini: http://ppiajcu.multiply.com/




© PPIA-JCU

Thursday, November 01, 2007

Cabang-Ranting, filosofi kayu bakar

dikopi dari: Goestaf for Earth


Alam memang memberikan banyak manfaat sebagai bahan rujukan dalam hampir setiap aspek kehidupan manusia. Tingkah laku terbang burung menginspirasi manusia untuk ikut terbang, jadilah pesawat terbang. Ikan di laut menginpirasi terbentuknya kapal selam, bahkan sampai pada struktur bangunan kerang yang menginspirasi para arsitek untuk membangun rumah. Dalam membuat sebuah organisasi proses biomimetik juga berlaku untuk membangun struktur organisasi dengan mengadopsi struktur sebuah pohon. Prinsip ini tentu saja sangat sederhana ditelaah: pokok pohon adalah pencitraan dari pimpinan pusat yang biasanya menjadikan diri sebagai induk, cabang adalah perpanjangan dari pusat dan ranting adalah bagian akhir dari organisasi. Mengambil filosofi pohon selalu saja dilihat dari sisi kepentingan pokok pohon (atau sang induk), jarang yang berasal dari ranting. Induk berkata bahwa induk akan mengayomi melindungi cabang dan (apalagi) ranting bila terjadi sesuatu. Cabang juga demikian dan akhirnya the looser si ranting (terpaksa) menerima bahwa dia terlindungi. Inilah yang diagung-agungkan dari berbagai organisasi (apalagi dalam partai politik). Coba kita melihat dari sisi lain, dari sisi yang jarang (atau mungkin disembunyikan) dari induk atau cabang. Pokok pohon dan cabang menjadi besar karena suplai makanan dari ranting. Mereka gendut karena disuplai terus dari ranting lewat makanannya. Tak jarang mereka terlena sehingga bukannya makin kuat (dan melindungi ranting) tapi malah makin mudah patah. Tahu gak kalau kelebihan makanan selalu disimpan di akar sang induk? Suplai makanan ini akan digunakan oleh Pokok pohon kemudian cabang dan (akhirnya) ranting. Saat masa paceklik, yang lebih dahulu meranggas dedaunan yang ditahan ranting. Saat sang ranting tak kuat, dia terpaksa harus melepasnya dan akhirnya diapun turut mati. Mereka lebih dahulu kering dan mati baru kemudian cabang dan akhirnya pokok pohon. Tak ada kejadian sebaliknya. Yang masuk api pertama tentunya ranting, kemudian cabang dan akhirnya pohon. Di partai juga demikian, keganasan sang induk bahkan sangat terasa. Mereka tak segan mematikan dahan dan (apalagi ranting) bila tak sejalan dengan keinginan mereka. Wajar kalau memang cabang-ranting itu berlaku dalam bisnis karena biasanya sang induklah yang membentuknya. Pertanyaannya: apakah organisasi lain di luar partai dan bisnis yang mengadopsi filosofi pohon juga memiliki misi seperti mereka (partai dan bisnis)? Kalau tidak, gantilah istilah cabang-ranting karena konotasinya jelas. Thanks buat Icha dan Dian untuk inspirasinya.




Info sekitar polemik cabang-ranting:


Putu Liza Mustika (First Secretary PPIA JCU) berpendapat atas nama pribadi:
Bersama dengan ini saya nyatakan lagi sikap saya sebagai pribadi anggota PPIA JCU bahwa saya tidak sepakat dengan penyebutan 'Ranting' dan saya meminta agar kata itu dicabut penggunaannya dan dicarikan kata lain yang lebih setara. Misalnya divisi, atau sektor. Itu lebih sejajar, dan mengakomodasi kaum marjinal di North Queensland dan di tempat-tempat lain. Dan saya juga nyatakan sikap saya pribadi bahwa PPIA QLD selayaknya memposisikan diri sebagai koordinator, bukan atasan. Jadi seperti federasi, di mana PPIA QLD mengakomodasi suara2 daerah, tapi tidak memiliki garis otorita, karena sejarah pembentukannya juga sudah berbeda.


5. Saya juga ingin mengingatkan sebagai sesama warga Indonesia, bahwa kesalahpahaman kecil seperti ini sebenarnya adalah cerminan dari kekisruhan di negara kita. Kenapa sampai terjadi banyak daerah ingin merdeka? Antara lain: karena ketidakadilan dari Jakarta/Pusat. Bukannya saya setuju gerakan kemerdekaan; saya sangat nasionalis yang tidak eksklusif, nasionalis yang harmonis dengan dunia internasional. Tapi ketidakadilan itu terjadi, banyak kali, di daerah2 yang saya kunjungi, dan membuat orang ingin merdeka. Salah juga, menurut saya, karena bapak ibu pendiri bangsa kita mendirikan bangsa ini, this very nation of Indonesia, bukan untuk terpecah lagi. Tapi sebenarnya adalah tugas Jakarta sebagai pengayom teman2 daerah, mengakomodasi kepentingan daerah, dan bukannya menyatakan ini itu yang harus dilakukan oleh daerah. Jakarta atau daerah manapun yang memposisikan diri sebagai 'Pusat' haruslah menjadi pengayom, pelayan. Bukan atasan. Kita sebagai mahasiswa di rantau selayaknya bersatu untuk negeri. Tapi dalam upaya bersatu itu harus ada rasa hormat, kasih, dan saling mengerti. Dan juga maaf-memaafkan.


...Saya tidak sepakat dengan penyebutan 'Ranting' dan saya meminta agar kata itu dicabut penggunaannya dan dicarikan kata lain yang lebih setara. Misalnya divisi, atau sektor. Itu lebih sejajar, dan mengakomodasi kaum marjinal di North Queensland dan di tempat-tempat lain."


dan semoga suara saya itu bisa disalurkan ke AGM di Canberra (entah kapan). AD/ART tidak terbuat dari batu; masih bisa diubah. Saya rasa, dengan segala hormat, penggagas istilah 'ranting' dan 'cabang' itu tidak terlalu sensitif dengan rasa bahasa, sehingga tidak memprediksi bahwa masalah seperti ini akan muncul nantinya (dan sudah muncul). Seperti usul saya, istilah ranting itu sebaiknya diganti saja. Tidak ada kasus pembanding lain dalam hal ini, karena satu2nya PPIA di luar Brisbane dan sekitarnya adalah PPIA JCU (well, kami ada kampus di Brisbane, but it doesn't count, karena tidak ada mahasiswa Indonesia di sana). Jadi aspirasi saya dan Gustaf sebagai pribadi yang juga anggota PPIA JCU ini memang terdengar aneh bagi teman2 di Brisbane atau Canberra.



Opini Dian Latifah


(1) Jika fungsi yang dibutuhkan adalah "Koordinasi" dan "Mediasi" atau perpanjangan tangan dari "Pusat", kita hanya butuh seorang "Koordinator Cabang" bukan "Kelembagaan Cabang" untuk tiap Negara Bagian.

(2)Korcab bisa berfungsi seperti "Deputy"
http://en.wikipedia.org/wiki/Deputy
--kalo ada fungsi untuk kepentingan yang besar dan strategis yang sulit ditangani PPI Pusat dan Korcab, bisa dibentuk sebuah Komite Khusus (atau istilah lain yang setara); di era technology seperti saat ini banyak hal yang bisa difasilitasi.

(3)I believe that Korcab will empower PPIA Pusat and all PPIAs, dan memperdekat hubungan PPIA Univ dan Pusat tidak ada lagi sense "Pusat-Cabang-Ranting" atau "atasan-bawahan"
Kalo ini terjadi, maka AGM PPI Australia per 2 tahun untuk memilih: Presiden PPI Australia dan 7 orang Korcab (Qld, ACT, NT, Vict, NSW, WA, SA). Semua PPIA Univ akan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi Korcab.

(4)PPIA Universitas adalah unik; unik dalam hal situasi dan potensi.
Biarkan kami berkembang dan berkreativitas dengan potensi kami dalam koridor AD/ART PPIA yang mewakili aspirasi all PPIAs (meminjam istilah Gustaf PPIA Univ adalah sebuah wadah otonomi).

Pemikiran ini menguat saat saya melihat betapa menakjubkannya kerja keras teman-teman PPIA JCU mewujudkan Indonesia Festival yang pertama (saat itu dihadiri Pak Raudin Anwar General Counsellor Kedubes Indonesia). Saya hanya membayangkan secara sederhana sebuah upaya menjaga dan membangun citra kebangsaan seperti ini hendaknya mendapat dukungan yang real dari PPI Australia maupun Cabang (maaf, in other words tidak hanya sekedar dimintai 'rencana kerja' dan 'laporan').



Opini Gustaf dalam sebuah kesempatan:

(1)saya ingin lebih terbuka menyatakan bahwa sebaiknya dalam kepengurusan mendatang istilah ranting dan bahkan cabang itu dihapus sebagaimana setiap ppia di setiap uni adalah lembaga otonomi tersendiri yang berdiri sama tinggi dengan PPIA Queensland, misalnya. Anda hanya berkoordinasi dengan PPIA di setiap Uni (dan ini tentunya akan berimplikasi dalam tata cara surat menyurat antar kita). Oh ya, PPIA Queensland tak bisa membubarkan PPIA JCU kan? Saya berbicara ini karena saya sudah membaca AD/ART. Comment tambahan saya bahwa tak menutup kemungkinan AD/ART PPIA itu diubah kan? Memang terasa radikal perubahannya, namun setidaknya hal ini bisa dijadikan wacana untuk masa mendatang. Saya lihat akan terjadi banyak sekali perubahan di AD/ART bila hal ini terjadi. Oh ya, sebagai informasi hal ini sudah pernah disinggung-singgung secara informal dalam setiap pertemuan di tubuh PPIA JCU.


Hal yang saya ingin tambahkan juga adalah bagaimana tata cara menampung aspirasi? Apakah vote lewat jalur internet (atau apapun itu yang mengizinkan orang atau lembaga memilih tanpa harus hadir dalam sebuah kongres, etc) bisa dipertimbangkan untuk masa depan? Kupikir hal ini bisa dilakukan dengan beberapa rincian pengaturan yang disepakati, tentunya



Opini Putu Liza dalam kesempatan lain (menegaskan saja):


Saya tetap menerima adanya cabang tetapi tidak menerima istilahnya. Sebaiknya istilah cabang tetap diganti. Tapi fungsi koordinasi state emang perlu... hanya sebatas koordinasi dan kompilasi. Makanya istilah cabang dan ranting itu tetap tidak mencerminkan kesetaraan.


Jadi... fungsi satu PPIA State (QLD, VIC, etc) perlu, apalagi kalo udah banyak PPIA uni nya (kayak di QLD, VIC dan NSW). Hanya ganti nama... supaya lebih sejajar. Aku tetap usulkan divisi untuk ganti cabang dan sektor untuk ganti ranting. Keren lagi, divisi sama sektor itu. Kayak bahasa Star Trek. Ato mau istilah Kuadran untuk ganti Cabang? Star Trek bangeeet!



Opini Dian (atas nama pribadi):


Hmmmm gitu ya Cha.. oke lah kalau opini ku soal konsep "Korcab" terlalu radikal (hehehe.. maaf), dan opini mu yang berpotensi lebih realistic, semoga fungsi dan peran nya benar-benar "Koordinasi "Kompilasi" dan "Mediasi" dan tidak ada lagi sense "ordinate-sub ordinate"

Opini Desni :

http://desniwaty.multiply.com/journal/item/13/Cabang-ranting_phylosophy_kayu_bakar_Polemik_seputar_AGM

© PPIA-JCU

Sunday, October 28, 2007

Plate Dance in International Ball


International Ball merupakan ajang tahunan akbar International Students JCU. Tahun ini diselenggarakan di Pavilion di Jupiters Hotel and Casino sebuah venue ternama di Townsville Saturday Night 27 October. PPIA JCU menampilkan "Plate Dance" yang dibawakan oleh Dian Latifah dihadapan sekitar 300-an International Students. Suasana Pavilion begitu apik di tengah taman dengan sajian Buffet on arrival serta free drinks. Performances lainnya yang juga dapat disaksikan adalah atraksi seni dari West Africa, the Pacific Islands, PNG dan India. ‘The official After Party' kemudian diselenggarakan hingga tengah malam di Monsoons. A few more stories please visit:



photos by Yuki Iwashina (Japanese lady who is passionate to Indonesian Dance Performances)



PPIA-JCU

Monday, October 15, 2007

Istana kecurian!

Malang nian Presiden kita. Ternyata masih ada kekuasaan tertinggi selain pemilu, yaitu Landlord. Landlord bisa dengan sewenangnya menentukan kapan penghuni rumah sewaannya angkat kaki, tak peduli yang bermukim di tempat itu adalah seorang Presiden dan Secretary of the State. Parahnya lagi, landlord juga tak mempedulikan sistem keamanan dalam rumah itu sehingga sang Presiden pun kecurian. Semalam, Istana Wandella disatroni maling! Tas dan seluruh isinya termasuk passport, kartu identitas bank dan uang cash sebanyak 200 dollars digondol maling. Namun Presiden terlihat tabah saat dikunjungi para menterinya. Untung saja, maling itu tak mencuri milik seorang tamu negara yang tidur disamping ruang tidur Presiden.


Istana memang terlihat sangat rentan kecurian. Jendelanya memang tak dilengkapi security screen. Sebetulnya itu saja sudah cukup, tak perlu penjaga istana seperti di Istana Merdeka. Bayangkan, Istana Merdeka yang lengkap penjaganyapun pernah kecurian apalagi istana Wandella yang malang. Sampai saat ini belum dikatahui siapa pelakunya. Pelakunya sepertinya telah mengetahui siapa penghuni Istana Wandella, termasuk tingkah laku Presiden yang tidur dengan lampu menyala. Dicurigai, dia masuk lewat jendela sang presiden menaiki kursi yang memang ada di halaman istana. Kasa nyamuk yang jadi pelindung jendela dengan mudah dirobeknya. Ternyata dia hanya mengambil tas milik sang presiden, membuka pintu kamar dan berusaha memasuki kamar di sebelahnya. Yuki menuturkan bahwa antara sadar dan tidak, dia sempat melihat kelebat bayangan tinggi di depan pintu mengarah ke toilet. Dia menganggap bahwa bayangan itu adalah bayangan sang presiden yang akan ke toilet. Ternyata tidak! Pencuri itupun keluar lewat pintu depan. Untung saja dia tak mengambil laptopku, kalau diambil, wah..., terpancar kesedihan sesaat di mata presiden. Wajah itu langsung berganti senyum syukur. Sang pencuri tak melakukan hal yang lebih buruk dari yang terjadi.

Tak jauh dari istana sebuah rumah juga kecurian. Sepertinya Wandella Street menjadi ajang pesta pencuri semalam. Mereka sepertinya beraksi antara jam 2 dan 4.30 subuh, kata Presiden. Aku mengetahui saat Yuki masuk sekitar jam 1 malam namun aku terbangun pada jam 4.30 oleh alarm yang kupasang, tambah Presiden. Pagi tadi, polisi langsung datang dan mengidentifikasi lokasi kejadian. Tak banyak kata dari sang polisi kecuali: Bilang ke landlord-mu, ganti jendelanya dengan security screen! Simak cerita korban:
http://dian-latifah-diary.blogspot.com/search/label/Breaking%20News


© PPIA-JCU

Sunday, October 14, 2007

Lebaran di Townsville 1428H

click for photos

Idul Fitri 1428 H dirayakan hari Sabtu 13 Oct lalu, tepat di wiken (Hari Sabtu) sehingga Asti sekeluarga (dari Mackay) dan Dewi-Agus sekeluarga (dari Collinsville) dapat turut hadir. Perayaan dimulai dengan sholat berjama'ah di Townsville Mosque. Menjadi khas perayaan adalah sajian berbagai menu sarapan dan aneka makanan ringan usai sholat sekaligus menjadi sarana manis untuk ber ramah tamah dengan umat muslim dari berbagai negara. Komunitas Indonesia pun tak ketinggalan ber-silaturrahmi lebaran di Water Park The Strand. Sajian potongan lontong cukup menjadi pengobat rindu akan ketupat (maklum tahun ini tak ada ahli perangkai daun kelapa menjadi ketupat meski di halaman Wandella 2/18 tumbuh subur sebatang pohon kelapa). Aneka menu lauk khas lebaran tak kalah lengkap dengan yang biasa dinikmati di tanah air. Townsville Mosque melengkapi acara Hari Raya Idul Fitri dengan mengadakan "Eid Mubarak Dinner" di Community Hall di area Annandale Shopping Center. Dian, Arla dan Anissa menyertai shalawatan Umi Muslim di ajang ini disamping Rubina (Pakistanese Muslimah). Dinner dengan cita rasa Mediterranean mewarnai Lebaran Townsville. Suasana Lebaran Hari Kedua dirasakan juga di kediaman Arla-Brian dengan menu Lebaran yang lezat. Di semua acara silaturrahmi selalu tak ketinggalan setoples castangel dan nastar, membuat terasa berat menghadapi kepulangan sang ahli "Ita Halmar" Desember tahun ini (Hmm tahun depan pesan ke siapa ya..??).

Rasanya Lebaran kali ini begitu lengkap, bahkan suasana mudik dirasakan pula oleh Asti sekeluarga (dari Mackay) dan Dewi-Agus sekeluarga (dari Collinsville). Komentar mereka "Kami juga mudik, mudik ke Townsville lewat jalur Pantuqi (bukan Pantura) alias Pantai Utara Queensland, laporan mudik lebaran 'jalur lancar bebas tanpa hambatan di kawasan Pantuqi' ". Suasana gembira bertambah karena Lebaran di weekend ini bertepatan dengan ajang tahunan akbar Greek Festival. Lebaran tahun ini pun meninggalkan kesan indah di hati.

© PPIA-JCU